/** Kotak Iklan **/ .kotak_iklan {text-align: center;} .kotak_iklan img {margin: 0px 5px 5px 0px;padding: 5px;text-align: center;border: 1px solid #ddd;} .kotak_iklan img:hover {border: 1px solid #333}

Senin, 29 Juli 2013

Name In My Heart Part 3

P.S : Mohon Tinggalin Jejak ya.. Trims , Love You All.

Alyssa menyeret kopernya dengan perasaan senang, tidak menyangka bahwa orangtuanya akan semudah ini menyetujui permintaannya kemudian berhenti di depan apartemen mewah yang berada di pusat kota. Setelah menghirup napas kemudian melepasnya dengan pelan alyssa naik ke apartemen tersebut dengan hati yang mantap.
Alyssa berhenti disalah satu apartemen kemudian ketika hendak memencet bel interkom pintu apartemen tiba-tiba terbuka. Senyum alyssa yang mengembang menghilang ketika mendapat seorang wanita keluar dari apartemen rama. Seorang wanita yang memakai pakaian minim, sangat minim malah, memandang alyssa dengan penuh penilaian dan tersenyum menyeringai. Dan ketika alyssa melihat rama berada di belakang wanita tersebut, mata alyssa berkaca-kaca. Rama membawa wanita ke apartemennya?
Rama menatap alyssa kaget, namun kembali memasang wajah datarnya. Ketika wanita berpakaian minin tadi menghilang di ujung koridor apartemen. Suasana menjadi sunyi.

“sedang apa kau disini? Dan mengapa kau membawa kopermu segala?” tanya rama dengan wajah datar
Ingin rasanya alyssa langsung menangis pada saat itu juga, menumpahkan rasa sakitnya melihat rama membawa perempuan lain ke apartemen yang akan ia tinggali bersama rama, namun lagi-lagi karena ‘hanya berteman’ yang rama ucapkan ketika di rumah sakit, buru-buru alyssa menekan perasaannya dan tersenyum ramah, lebih kepada memaksa tersenyum kepada rama.
“kau tidak menyuruhku masuk terlebih dahulu” suara alyssa menghentakkan rama. Rama menyilahkan alyssa masuk dan duduk di ruang tamu.
“minumlah” rama menyodorkan coklat panas ke arah alyssa. alyssa menerimanya dan langsung meneguknya perlahan. Matanya menjelajah apartemen rama. Dari luar, apartemen tersebut mirip apartemen bergaya eropa dengan menara-menara yang menjulang tinggi seperti kastil, tetapi di dalam lebih kepada gaya tradisional jepang. Dengan pintu geser yang mendominasi ruangan.
“jadi untuk apa kau kesini?” tanya rama kembali
Alyssa berdeham dan meletakkan cangkir ke atas meja.
“aku ingin tinggal bersamamu” ucapan alyssa yang sedikit lantang membuat rama berkerut kening. Tetapi rama hanya diam, ingin mendengar alasan alyssa lebih lanjut.
Mendapat tidak ada respon dari rama, alyssa buru-buru melanjutkan perkataannya “aku.. kau tau kan aku hilang ingatan dan hanya kau saja yang aku ingat, mungkin dengan tinggal bersama, aku akan ingat perlahan-lahan” kata alyssa menjelaskan maksudnya.
Alyssa tidak berani memandang rama, tatapan laki-laki itu tidak seperti biasanya, tatapannya memancar aura dingin yang membuat alyssa sulit menelan ludahnya sendiri.
“kau yakin?” tanya rama dengan ekspresi wajah yang sama. Datar.
Alyssa terdiam, menghela napas. Mengapa rama tiba-tiba begitu dingin terhadapnya. Kemanakah rama yang mengajak makan malam alyssa? kemana tatapan yang begitu lembut itu?
Alyssa hanya mengangguk kepala. Rama bangkit dari tempat duduk. “aku akan mengantarmu pulang” nadanya terdengar seperti biasa. Memerintah.
“apa karena perempuan tadi?” pertanyaan alyssa membuat langkah kaki rama terhenti.
“apa karena perempuan tadi? Kau tidak mau tinggal bersamaku” alyssa kembali bertanya, matanya kembali berkaca-kaca.
Rama membalikkan wajahnya dan menatap alyssa dengan kening yang berkerut.
“aku tau, aku tidak seharusnya bertingkah seperti ini, kau punya kehidupan bebas dan aku tidak berhak mencampuri hidupmu, tapi... tapi  rasanya begitu menyakitkan melihatmu membawa seorang wanita ke apartemenmu” kata-kata alyssa mengalir begitu saja membuat rama tercengang.
Sakit melihatnya bersama wanita lain...?
Alyssa menatap rama dengan napas tercekat. Tidak ada tanggapan apapun apakah ia ditolak?, setelah menunggu beberapa saat, namun tetap tidak ada jawaban, alyssa bangkit dari tempat duduknya dan melangkah pelan ke arah pintu.
“kamarmu ada disana” suara rama membuat alyssa menoleh cepat dan melihat arah yang ditunjuk rama. setelah  itu rama meninggalkan alyssa yang masih termangu ditempatnya berdiri.

@@@

Rama duduk diujung tempat tidurnya. Apa yang telah dilakukannya?. Ia tidak sadar begitu saja membiarkan alyssa tinggal bersamanya. Suaranya keluar tanpa bisa ia sensor. Rama menghela napas. Ketika mendengar alyssa cemburu kepada christy. Mendadak otak rama menjadi blank.
Membiarkan alyssa tinggal bersamanya membuat pikiran rama berkecamuk, ia tidak ingin kejadian yang menimpa alyssa kembali terjadi, karena kemungkinan terjadi ketika bersama rama lebih besar dari pada tidak bersama dengannya.
Mungkinkah itu kesempatan untukku? Kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku? Menebus apa yang sudah aku lakukan? Berbagai pertanyaan memenuhi pikiran rama. Lelah dengan pikirannya, rama memilih untuk tidur sejenak.
“apa yang sedang kau lakukan?” pertanyaan rama membuat alyssa hampir melempar spatula yang tengah ia genggam. Bukan menjawab alyssa malah berkata “mengapa kau suka sekali membuat kaget rama?” seraya menenangkan jantungnya agar tidak berdebar keras.
“apa yang kau lakukan?” tanya rama kembali, rama hanya tersenyum melihat reaksi alyssa.
“sedang memasak, apa kau lapar?” tanya alyssa tanpa memandang kearah rama. Rama menatap alyssa dengan perasaan bahagia, hampir seperti impiannya. Bangun dan melihat sang kekasih memasak untuknya. Membuat suasana menjadi sempurna.
Merasa tidak ada tanggapan, alyssa memandang rama yang sedang memandang dirinya, tiba-tiba wajah alyssa merona, wajah mereka begitu dekat. Cepat-cepat alyssa balik tubuhnya ke arah masakan yang sedang dimasaknya seraya menenangkan jantungnya yang berdetak diluar perkiraan.
Tanpa kata rama meninggalkan alyssa, duduk di ruang makan sambil menopang dagunya dengan tangan seraya memandang alyssa yang sedang menyiapkan makan malam.
“maaf, aku tidak tau makanan kesukaanmu, tapi kuharap kau suka nasi goreng yang ku buat” alyssa menyendok nasi goreng ke piring rama dan piringnya. Kemudian duduk di depan rama.
Rama menatap nasi goreng dengan pandangan yang sulit diartikan.
“aku tau rasanya biasa saja, setidaknya hargailah perjuanganku” kata alyssa ketika melihat reaksi rama terhadap masakannya. Datar seperti biasa.
Rama mengambil sendok kemudian menyuap nasi goreng tersebut ke dalam mulutnya dan mengunyah dengan pelan. Tak ada reaksi apapun di wajahnya. Alyssa menatap rama, masih menunggu reaksi rama.
“lumayan... ini enak” hanya dua kata yang keluar dari bibir rama, tapi itu membuat alyssa tersenyum lebar. Lalu suasana menjadi hening. Rama maupun alyssa sama-sama menikmati makan malam mereka.
“kau mau kemana?” tanya alyssa ketika mendapat rama sudah rapi seraya menenteng tas.
“bekerja” singkat, padat dan jelas.
Alyssa menghela napas, semenjak dirinya meminta tinggal bersama, rama sedikit menjadi pendiam, alyssa tidak tau apa yang dipikirkan oleh rama. Dan karena perasaan itu membuat alyssa susah menyesuaikan dirinya dengan keadaan sekitar.
Rama melangkah keluar apartemen dengan langkah yang tegas, jas abu-abu yang dipakai terlihat cocok di badannya yang atletis, seolah-olah setelan itu khusus dijahit untuknya.
“rama” panggil alyssa. rama membalikkan badannya.
“tidak apa-apa, hati-hati dijalan ya” kata alyssa sambil tersenyum.
                Hanya perhatian kecil, tetapi sukses membuat rama mematung, memandang alyssa dengan penuh arti, kemudian tersenyum dan melangkah dengan ringan. Moodnya benar-benar baik hari ini.
Terbukti ketika melangkah ke perusahaan, rama menyapa beberapa karyawan yang berpapasan dengannya, sedangkan karyawan yang disapanya hanya membungkuk heran. Atasan yang mereka kenal selama ini berwajah dingin namun tampan sekarang tengah tersenyum kearah mereka bahkan menyapa mereka dengan hangat.
Benar-benar perubahan drastis yang baik tentunya.
Rama melangkah ke ruangannya, duduk seraya mengambi beberapa file untuk dianalisa lebih lanjut.
“kau kelihatan senang” ucap pemuda yang sedang menopang tubuhnya di daun pintu.
Rama mendongak dan mendapati david sedang menatap selidik terhadapnya. Temannya satu ini memang penuh dengan rasa penasaran apalagi terhadap perubahan yang terjadi pada diri rama.
“aku mendengar kau menyapa karyawanmu, wah... ada badai apa?” ujar david ringan seraya tersenyum geli.
“aku menggajimu bukan untuk mendengarmu berceloteh di pagi hari” jawab rama tajam sambil kembali hanyut ke file yang sedang di bacanya.
David hanya terkekeh. Hampir satu dekade mereka bersama, tentu saja david tau apapun yang sedang terjadi terhadap sahabatnya. Tapi ia melewatkan yang satu ini.
“baiklah” kata david ketika tidak mendengar lagi nada tajam rama seraya membalikkan tubuhnya melangkah keluar. Namun beberapa saat kepalanya kembali menyembul ke dalam ruangan.
“tapi kau tau aku kan... rasa penasaranku membuatku tau banyak tentang dirimu” david tersenyum penuh arti lalu kepalanya menghilang di balik pintu.
Rama hanya tersenyum mendengar perkataan david, tentu saja ia tau seberapa akut penasaran david apabila menyangkut tentang dirinya. Tidak lama kemudian rama kembali hanyut kedalam file yang sedang dipelajarinya.

@@@

Rama masuk ke apartemen ketika jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari. Dan bingung mendapati ruangan yang terang benderang. Apakah alyssa lupa mematikan lampu? Atau... rama mematung ketika melihat alyssa meringkuk di sofa dengan mata yang terpejam pulas.
Alyssa menunggunya..?
Ada rasa bahagia yang menyelinap dihati rama ketika mendapati alyssa tertidur karena menunggunya. Rama meletakkan tas kerjanya dimeja, merenggangkan dasi dan menggulungkan kemejanya kemudian menghampiri alyssa, berlutut untuk menatap alyssa lebih dekat dan tersenyum. Tanganya terulur ke arah alyssa dan mengelus rambut alyssa yang tampak sedikit berantakan.
Rama menyusupkan tangan kirinya dileher alyssa sedangkan tangan kanannya di bawah lutut alyssa. menganggatnya ala bridal style dan melangkah masuk ke kamar alyssa kemudian membaringkan tubuh alyssa dengan hati-hati ke tempat tidur lalu menyelimutkannya. Rama kembali menatap alyssa lalu dengan hati-hati mendekatkan wajahnya ke arah alyssa, mengecup dahinya dengan berlahan.
Kemudian rama melangkah keluar kamar.
Ketika terbangun alyssa heran mengapa ia ada di kamarnya,, bukankah semalam ia menunggu rama pulang dan akhirnya tertidur di sofa? Mungkinkah ia secara tidak sadar bangun dan berjalan sendiri ke kamarnya. Alyssa mengangkat bahunya.
Alyssa melangkah ke kamar mandi setelah beberapa saat keluar kamar dan langsung mencium aroma kopi yang nikmat. Tanpa kata kakinya melangkah ke arah dapur, melihat siapa yang membuat kopi dengan aroma senikmat ini?
Alyssa mendapati rama sedang menyiapkan sarapan, apron yang dipakai rama terlihat lucu, itu membuat alyssa terkekeh pelan. Rama tidak cocok memakai apron,  badannya yang atletis terlihat lucu apabila memakai apron.
“apa yang kau tertawakan?” suara rama membuat kekehan alyssa menghilang, walaupun masih tetap tersenyum. Alyssa menggelengkan kepala. Kemudian duduk di kursi makan sambil menatap rama yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.
Hanya satu porsi yang disiapkan oleh rama, dan itu membuat kening alyssa berkerut.
“kau tidak sarapan?” tanya alyssa
Rama hanya menggelengkan kepala dan kemudian melepas apron dan melangkah ke sofa untuk mengambil jas dan tasnya.
“aku tidak tau mengapa kau bersikap seperti ini tetapi kau menghindariku,” nada tersebut sudah pasti sebuah pernyataan.
Rama menatap alyssa kemudian tersenyum samar “aku tidak menghidarimu” jawab rama tenang.
“tidak menghindariku?” alyssa mengulang kata-kata rama.
“apa dengan pulang larut malam kemudian pergi pagi buta selama beberapa hari ini kau bilang tidak menghindariku? Aku tidak tau alasanmu melakukan semua ini, tapi jika kau tidak suka aku berada disini, kau hanya perlu mengatakannya rama, tidak perlu sampai berbuat seperti ini” kata alyssa terdengar serak, entah karena baru bangun atau karena menahan air matanya yang sedang berkaca-kaca.
Rama menghela napas, kemudian menghampiri alyssa, duduk didepan alyssa seraya menatap gadis itu dengan pandangan penuh arti.
“mengapa kau menginginkan kita untuk tinggal bersama? Alasanmu yang mengatakan bahwa hanya aku yang ada di ingatanmu tidak masuk akal, karna kau hanya mengingat namaku, selain itu tidak ada” rama menghentikan kata-katanya menunggu reaksi alyssa.
“aku sendiri juga tidak tahu mengapa, aku hanya tau kalau aku merasa nyaman berada didekatmu, hanya itu” airmata mengalir pelan dari  matanya menuju bibir kemudian dagunya.
Suasana mendadak hening, tidak ada satupun dari mereka yang memecahkan keheningan tersebut.
Rama menghela napas, kemudian menatap alyssa. tangannya terulur untuk menghapus air mata alyssa.
“aku boleh berkata jujur?” tanya rama dengan suara rendah yang dalam.
Tidak ada reaksi apapun dari alyssa.
“aku bingung mendapati dirimu di apartemenku dengan membawa koper dan kaget ketika kau mengatakan kalau kau ingin tinggal bersamaku, aku takut kalau ini hanya terjadi sementara, kemudian kau akan meninggalkanku setelah tahu semuanya, maksudku ... ketika kau mendapatkan ingatanmu kembali, maka aku mencoba seminimal mungkin berinteraksi denganmu, mungkin itu membuatku siap ketika nanti kau akan meninggalkanku” jelas rama panjang lebar.
Alyssa hanya terdiam, ia tidak berpikir sejauh itu.
“apa kau mempunyai perasaan yang istimewa terhadapku?” Tanya alyssa hati-hati, ia juga tidak tau mengapa ia bertanya seperti itu. Kata-kata tersebut keluar begitu saja dari mulutnya.
“tidak” kata-kata rama menghentakkan alyssa. tidak salah lagi, lanjut rama dalam hati
“aku sudah lama tinggal sendiri, terbiasa bangun dan menyiapkan semuanya sendiri, tetapi kehadiranmu membuat aku takut, takut akan terbiasa dengan kehadiranmu dan ketika kau pergi meninggalkanku aku, aku merasa sakit. Aku pernah mengalami hal ini sebelumnya” jelas rama
Setelah memikirkan semuanya alyssa menatap rama dengan penuh keyakinan, ada rasa cemburu  ketika rama menyebutkan bahwa ia sudah pernah tinggal bersama dengan wanita yang entah seperti apa sebelumnya.
“aku tidak tau siapa yang kau maksudkan, tetapi aku berbeda dengannya. Aku tidak akan meninggalkanmu sebelum atau sesudah ingatanku kembali, itu yang harus kau percayai”. Rama menatap alyssa dengan pandangan nanar.
Apa kau juga akan berkata sama ketika menemukan kenyataan yang sebenarnya? Batin rama
“aku percaya, baiklah. Katakan apa maumu”. Rama memilih mengalah. Berdebat dengan orang yang dicintainya bukan sesuatu yang mudah.
“hanya satu, berhenti mengacuhkanku” ucap alyssa sambil mengerucutkan bibirnya.
Rama hanya tersenyum.

@@@

Sebulan sudah mereka tinggal bersama. Tertawa, berdebat dan mengejek menjadikan hari yang mereka lalui terasa lebih cepat. Rama dan alyssa menjadi lebih akrab, mengenali kebiasaan masing-masing, seperti rama dengan kopi paginya atau alyssa ketika bangun tidur namun masih mengantuk akan menabrak apapun di depannya.
Pagi ini setelah mengantar rama ke depan pintu, alyssa memilih membersihkan apartemen rama, semuanya. Mulai dari ruang tamu, ruang makan, dapur sampai kamar rama. Di dalam kamar rama alyssa mendapati foto close upnya yang dibingkai oleh frame yang cantik, namun bingung melihat berkas yang tergeletak di atas meja rias. Ethan Corporation. Kemudian ketika hendak menyentuh berkas tersebut. Pikirannya teralihkan oleh suara bel apartemen.
“hai lys” sapa seorang perempuan dengan wajah yang oriental dan berambut keriting. Perempuan itu tersenyum manis.
“siapa kau? Apa kau mencari...” kata-kata alyssa terhenti ketika perempuan itu memeluk erat dirinya. Alyssa jelas kelihatan bingung, namun perlahan ia membalas pelukan perempuan itu.
“kau baik-baik saja, maaf, aku baru mendengar kabarmu, aku baru kembali dari amerika” ujar perempuan itu.
Alyssa masih kelihatan bingung dengan situasi tersebut dan masih tetap menatap perempuan yang berada dihadapannya.
“kau tidak menyuruhku masuk dulu?”. Seketika itu alyssa gelagapan dan segera menyuruh perempuan tersebut masuk dan duduk di sofa.
“ah, ia, perkenalkan namaku anna. Anna anderson, teman baik alyssa brown” alyssa menerima uluran tangan anna sambil tersenyum.
“kau tau aku begitu terkejut mendengar kalau kau hilang ingatan, dan ehem! Kau tinggal bersama pria? Kau sekarang jauh lebih dewasa lyssa”. Anna tersenyum geli melihat rona di wajah alyssa.
“maaf, aku tidak mengingatmu, tapi hatiku hangat ketika melihatmu, aku merasa kau benar-benar sahabatku” guman alyssa.
“tentu saja, kau tinggal bersama siapa lys?” tanya anna.
“aku tinggal bersama temanku yang tidak beberapa lama aku kenal sebelum aku hilang ingatan. Namanya rama hirano” jelas alyssa.
“hirano? Sepertinya aku mengenal nama itu, tapi bukan rama lebih kepada ...” gumannya lebih kepada diri sendiri.
“kau kenapa?” tanya alyssa ketika melihat kening anna berkerut.
Anna kembali tersenyum, seraya menggelengkan kepala.

@@@

Kunjungan anna membuat alyssa merasa senang, pasalnya alyssa tidak mengenal siapapun, ia bahkan tidak tau bahwa ia mempunyai teman selain rama. Pertemuan itu membuat alyssa tersenyum.
“sedang apa kau?” tanya rama
Alyssa hampir melompat dari balkon apartemen jika tidak di pegang oleh rama.
“berhenti mengejutkanku” keluh alyssa.
Rama tersenyum “aku melihatmu tersenyum, apa yang membuatmu senang?” rama penasaran, sangat penasaran melihat tingkah alyssa, melamun kemudian tersenyum sendiri.
“tadi siang aku bertemu dengan temanku, ia datang berkunjung ke sini, aku tidak menyangka aku mempunyai teman selain dirimu” ucap alyssa.
Rama hanya mengangguk kepala, ia merasa lega juga ada yang datang menjenguk alyssa, karena sebulan ini alyssa tidak pernah keluar apartemen, ia hanya keluar untuk membeli persediaan makanan. Selebih itu lebih memilih menetap di apartemen.
“besok kau ada waktu?” tanya rama
Alyssa mengganguk kepala, “kenapa?” tanya alyssa
“besok kita akan jalan-jalan, kau tidak bosan di apartemen terus? Kulitmu kelihatan pucat karena kurang terkena matahari” ucap rama seraya menatap alyssa

Alyssa mengacungkan jempol seraya mengedipkan matanya.

Bersambung ke Part 4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar