Alyssa
menyeret kopernya dengan perasaan senang, tidak menyangka bahwa orangtuanya
akan semudah ini menyetujui permintaannya kemudian berhenti di depan apartemen
mewah yang berada di pusat kota. Setelah menghirup napas kemudian melepasnya
dengan pelan alyssa naik ke apartemen tersebut dengan hati yang mantap.
Alyssa
berhenti disalah satu apartemen kemudian ketika hendak memencet bel interkom
pintu apartemen tiba-tiba terbuka. Senyum alyssa yang mengembang menghilang
ketika mendapat seorang wanita keluar dari apartemen rama. Seorang wanita yang
memakai pakaian minim, sangat minim malah, memandang alyssa dengan penuh
penilaian dan tersenyum menyeringai. Dan ketika alyssa melihat rama berada di
belakang wanita tersebut, mata alyssa berkaca-kaca. Rama membawa wanita ke
apartemennya?
Rama
menatap alyssa kaget, namun kembali memasang wajah datarnya. Ketika wanita
berpakaian minin tadi menghilang di ujung koridor apartemen. Suasana menjadi
sunyi.
“sedang
apa kau disini? Dan mengapa kau membawa kopermu segala?” tanya rama dengan
wajah datar
Ingin
rasanya alyssa langsung menangis pada saat itu juga, menumpahkan rasa sakitnya
melihat rama membawa perempuan lain ke apartemen yang akan ia tinggali bersama
rama, namun lagi-lagi karena ‘hanya berteman’ yang rama ucapkan ketika di rumah
sakit, buru-buru alyssa menekan perasaannya dan tersenyum ramah, lebih kepada
memaksa tersenyum kepada rama.
“kau
tidak menyuruhku masuk terlebih dahulu” suara alyssa menghentakkan rama. Rama
menyilahkan alyssa masuk dan duduk di ruang tamu.
“minumlah”
rama menyodorkan coklat panas ke arah alyssa. alyssa menerimanya dan langsung
meneguknya perlahan. Matanya menjelajah apartemen rama. Dari luar, apartemen
tersebut mirip apartemen bergaya eropa dengan menara-menara yang menjulang
tinggi seperti kastil, tetapi di dalam lebih kepada gaya tradisional jepang.
Dengan pintu geser yang mendominasi ruangan.
“jadi untuk apa kau
kesini?” tanya rama kembali
Alyssa berdeham dan
meletakkan cangkir ke atas meja.
“aku
ingin tinggal bersamamu” ucapan alyssa yang sedikit lantang membuat rama
berkerut kening. Tetapi rama hanya diam, ingin mendengar alasan alyssa lebih
lanjut.
Mendapat
tidak ada respon dari rama, alyssa buru-buru melanjutkan perkataannya “aku..
kau tau kan aku hilang ingatan dan hanya kau saja yang aku ingat, mungkin
dengan tinggal bersama, aku akan ingat perlahan-lahan” kata alyssa menjelaskan
maksudnya.
Alyssa
tidak berani memandang rama, tatapan laki-laki itu tidak seperti biasanya,
tatapannya memancar aura dingin yang membuat alyssa sulit menelan ludahnya sendiri.
“kau
yakin?” tanya rama dengan ekspresi wajah yang sama. Datar.
Alyssa
terdiam, menghela napas. Mengapa rama tiba-tiba begitu dingin terhadapnya.
Kemanakah rama yang mengajak makan malam alyssa? kemana tatapan yang begitu
lembut itu?
Alyssa
hanya mengangguk kepala. Rama bangkit dari tempat duduk. “aku akan mengantarmu
pulang” nadanya terdengar seperti biasa. Memerintah.
“apa
karena perempuan tadi?” pertanyaan alyssa membuat langkah kaki rama terhenti.
“apa
karena perempuan tadi? Kau tidak mau tinggal bersamaku” alyssa kembali bertanya,
matanya kembali berkaca-kaca.
Rama
membalikkan wajahnya dan menatap alyssa dengan kening yang berkerut.
“aku
tau, aku tidak seharusnya bertingkah seperti ini, kau punya kehidupan bebas dan
aku tidak berhak mencampuri hidupmu, tapi... tapi rasanya begitu menyakitkan melihatmu membawa
seorang wanita ke apartemenmu” kata-kata alyssa mengalir begitu saja membuat
rama tercengang.
Sakit
melihatnya bersama wanita lain...?
Alyssa
menatap rama dengan napas tercekat. Tidak ada tanggapan apapun apakah ia
ditolak?, setelah menunggu beberapa saat, namun tetap tidak ada jawaban, alyssa
bangkit dari tempat duduknya dan melangkah pelan ke arah pintu.
“kamarmu
ada disana” suara rama membuat alyssa menoleh cepat dan melihat arah yang ditunjuk
rama. setelah itu rama meninggalkan alyssa
yang masih termangu ditempatnya berdiri.
@@@
Rama
duduk diujung tempat tidurnya. Apa yang telah dilakukannya?. Ia tidak sadar
begitu saja membiarkan alyssa tinggal bersamanya. Suaranya keluar tanpa bisa ia
sensor. Rama menghela napas. Ketika mendengar alyssa cemburu kepada christy.
Mendadak otak rama menjadi blank.
Membiarkan
alyssa tinggal bersamanya membuat pikiran rama berkecamuk, ia tidak ingin
kejadian yang menimpa alyssa kembali terjadi, karena kemungkinan terjadi ketika
bersama rama lebih besar dari pada tidak bersama dengannya.
Mungkinkah
itu kesempatan untukku? Kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku? Menebus apa
yang sudah aku lakukan? Berbagai pertanyaan memenuhi pikiran rama. Lelah dengan
pikirannya, rama memilih untuk tidur sejenak.
“apa
yang sedang kau lakukan?” pertanyaan rama membuat alyssa hampir melempar
spatula yang tengah ia genggam. Bukan menjawab alyssa malah berkata “mengapa
kau suka sekali membuat kaget rama?” seraya menenangkan jantungnya agar tidak
berdebar keras.
“apa
yang kau lakukan?” tanya rama kembali, rama hanya tersenyum melihat reaksi
alyssa.
“sedang
memasak, apa kau lapar?” tanya alyssa tanpa memandang kearah rama. Rama menatap
alyssa dengan perasaan bahagia, hampir seperti impiannya. Bangun dan melihat
sang kekasih memasak untuknya. Membuat suasana menjadi sempurna.
Merasa
tidak ada tanggapan, alyssa memandang rama yang sedang memandang dirinya,
tiba-tiba wajah alyssa merona, wajah mereka begitu dekat. Cepat-cepat alyssa balik
tubuhnya ke arah masakan yang sedang dimasaknya seraya menenangkan jantungnya
yang berdetak diluar perkiraan.
Tanpa
kata rama meninggalkan alyssa, duduk di ruang makan sambil menopang dagunya
dengan tangan seraya memandang alyssa yang sedang menyiapkan makan malam.
“maaf,
aku tidak tau makanan kesukaanmu, tapi kuharap kau suka nasi goreng yang ku
buat” alyssa menyendok nasi goreng ke piring rama dan piringnya. Kemudian duduk
di depan rama.
Rama
menatap nasi goreng dengan pandangan yang sulit diartikan.
“aku
tau rasanya biasa saja, setidaknya hargailah perjuanganku” kata alyssa ketika
melihat reaksi rama terhadap masakannya. Datar seperti biasa.
Rama
mengambil sendok kemudian menyuap nasi goreng tersebut ke dalam mulutnya dan
mengunyah dengan pelan. Tak ada reaksi apapun di wajahnya. Alyssa menatap rama,
masih menunggu reaksi rama.
“lumayan...
ini enak” hanya dua kata yang keluar dari bibir rama, tapi itu membuat alyssa
tersenyum lebar. Lalu suasana menjadi hening. Rama maupun alyssa sama-sama menikmati
makan malam mereka.
“kau
mau kemana?” tanya alyssa ketika mendapat rama sudah rapi seraya menenteng tas.
“bekerja” singkat,
padat dan jelas.
Alyssa
menghela napas, semenjak dirinya meminta tinggal bersama, rama sedikit menjadi pendiam,
alyssa tidak tau apa yang dipikirkan oleh rama. Dan karena perasaan itu membuat
alyssa susah menyesuaikan dirinya dengan keadaan sekitar.
Rama
melangkah keluar apartemen dengan langkah yang tegas, jas abu-abu yang dipakai
terlihat cocok di badannya yang atletis, seolah-olah setelan itu khusus dijahit
untuknya.
“rama” panggil alyssa.
rama membalikkan badannya.
“tidak apa-apa,
hati-hati dijalan ya” kata alyssa sambil tersenyum.
Hanya perhatian kecil, tetapi
sukses membuat rama mematung, memandang alyssa dengan penuh arti, kemudian
tersenyum dan melangkah dengan ringan. Moodnya benar-benar baik hari ini.
Terbukti
ketika melangkah ke perusahaan, rama menyapa beberapa karyawan yang berpapasan
dengannya, sedangkan karyawan yang disapanya hanya membungkuk heran. Atasan
yang mereka kenal selama ini berwajah dingin namun tampan sekarang tengah
tersenyum kearah mereka bahkan menyapa mereka dengan hangat.
Benar-benar perubahan
drastis yang baik tentunya.
Rama
melangkah ke ruangannya, duduk seraya mengambi beberapa file untuk dianalisa
lebih lanjut.
“kau
kelihatan senang” ucap pemuda yang sedang menopang tubuhnya di daun pintu.
Rama
mendongak dan mendapati david sedang menatap selidik terhadapnya. Temannya satu
ini memang penuh dengan rasa penasaran apalagi terhadap perubahan yang terjadi
pada diri rama.
“aku
mendengar kau menyapa karyawanmu, wah... ada badai apa?” ujar david ringan
seraya tersenyum geli.
“aku
menggajimu bukan untuk mendengarmu berceloteh di pagi hari” jawab rama tajam
sambil kembali hanyut ke file yang sedang di bacanya.
David
hanya terkekeh. Hampir satu dekade mereka bersama, tentu saja david tau apapun
yang sedang terjadi terhadap sahabatnya. Tapi ia melewatkan yang satu ini.
“baiklah”
kata david ketika tidak mendengar lagi nada tajam rama seraya membalikkan
tubuhnya melangkah keluar. Namun beberapa saat kepalanya kembali menyembul ke
dalam ruangan.
“tapi
kau tau aku kan... rasa penasaranku membuatku tau banyak tentang dirimu” david
tersenyum penuh arti lalu kepalanya menghilang di balik pintu.
Rama
hanya tersenyum mendengar perkataan david, tentu saja ia tau seberapa akut
penasaran david apabila menyangkut tentang dirinya. Tidak lama kemudian rama
kembali hanyut kedalam file yang sedang dipelajarinya.
@@@
Rama
masuk ke apartemen ketika jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari. Dan bingung
mendapati ruangan yang terang benderang. Apakah alyssa lupa mematikan lampu?
Atau... rama mematung ketika melihat alyssa meringkuk di sofa dengan mata yang
terpejam pulas.
Alyssa
menunggunya..?
Ada
rasa bahagia yang menyelinap dihati rama ketika mendapati alyssa tertidur
karena menunggunya. Rama meletakkan tas kerjanya dimeja, merenggangkan dasi dan
menggulungkan kemejanya kemudian menghampiri alyssa, berlutut untuk menatap
alyssa lebih dekat dan tersenyum. Tanganya terulur ke arah alyssa dan mengelus
rambut alyssa yang tampak sedikit berantakan.
Rama
menyusupkan tangan kirinya dileher alyssa sedangkan tangan kanannya di bawah
lutut alyssa. menganggatnya ala bridal style dan melangkah masuk ke kamar
alyssa kemudian membaringkan tubuh alyssa dengan hati-hati ke tempat tidur lalu
menyelimutkannya. Rama kembali menatap alyssa lalu dengan hati-hati mendekatkan
wajahnya ke arah alyssa, mengecup dahinya dengan berlahan.
Kemudian rama melangkah
keluar kamar.
Ketika
terbangun alyssa heran mengapa ia ada di kamarnya,, bukankah semalam ia
menunggu rama pulang dan akhirnya tertidur di sofa? Mungkinkah ia secara tidak
sadar bangun dan berjalan sendiri ke kamarnya. Alyssa mengangkat bahunya.
Alyssa
melangkah ke kamar mandi setelah beberapa saat keluar kamar dan langsung
mencium aroma kopi yang nikmat. Tanpa kata kakinya melangkah ke arah dapur,
melihat siapa yang membuat kopi dengan aroma senikmat ini?
Alyssa
mendapati rama sedang menyiapkan sarapan, apron yang dipakai rama terlihat
lucu, itu membuat alyssa terkekeh pelan. Rama tidak cocok memakai apron, badannya yang atletis terlihat lucu apabila
memakai apron.
“apa
yang kau tertawakan?” suara rama membuat kekehan alyssa menghilang, walaupun
masih tetap tersenyum. Alyssa menggelengkan kepala. Kemudian duduk di kursi
makan sambil menatap rama yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.
Hanya
satu porsi yang disiapkan oleh rama, dan itu membuat kening alyssa berkerut.
“kau tidak sarapan?”
tanya alyssa
Rama
hanya menggelengkan kepala dan kemudian melepas apron dan melangkah ke sofa
untuk mengambil jas dan tasnya.
“aku
tidak tau mengapa kau bersikap seperti ini tetapi kau menghindariku,” nada
tersebut sudah pasti sebuah pernyataan.
Rama
menatap alyssa kemudian tersenyum samar “aku tidak menghidarimu” jawab rama
tenang.
“tidak menghindariku?”
alyssa mengulang kata-kata rama.
“apa
dengan pulang larut malam kemudian pergi pagi buta selama beberapa hari ini kau
bilang tidak menghindariku? Aku tidak tau alasanmu melakukan semua ini, tapi
jika kau tidak suka aku berada disini, kau hanya perlu mengatakannya rama,
tidak perlu sampai berbuat seperti ini” kata alyssa terdengar serak, entah
karena baru bangun atau karena menahan air matanya yang sedang berkaca-kaca.
Rama
menghela napas, kemudian menghampiri alyssa, duduk didepan alyssa seraya
menatap gadis itu dengan pandangan penuh arti.
“mengapa
kau menginginkan kita untuk tinggal bersama? Alasanmu yang mengatakan bahwa
hanya aku yang ada di ingatanmu tidak masuk akal, karna kau hanya mengingat
namaku, selain itu tidak ada” rama menghentikan kata-katanya menunggu reaksi
alyssa.
“aku
sendiri juga tidak tahu mengapa, aku hanya tau kalau aku merasa nyaman berada
didekatmu, hanya itu” airmata mengalir pelan dari matanya menuju bibir kemudian dagunya.
Suasana
mendadak hening, tidak ada satupun dari mereka yang memecahkan keheningan
tersebut.
Rama
menghela napas, kemudian menatap alyssa. tangannya terulur untuk menghapus air
mata alyssa.
“aku
boleh berkata jujur?” tanya rama dengan suara rendah yang dalam.
Tidak ada reaksi
apapun dari alyssa.
“aku
bingung mendapati dirimu di apartemenku dengan membawa koper dan kaget ketika
kau mengatakan kalau kau ingin tinggal bersamaku, aku takut kalau ini hanya
terjadi sementara, kemudian kau akan meninggalkanku setelah tahu semuanya,
maksudku ... ketika kau mendapatkan ingatanmu kembali, maka aku mencoba
seminimal mungkin berinteraksi denganmu, mungkin itu membuatku siap ketika
nanti kau akan meninggalkanku” jelas rama panjang lebar.
Alyssa hanya terdiam,
ia tidak berpikir sejauh itu.
“apa
kau mempunyai perasaan yang istimewa terhadapku?” Tanya alyssa hati-hati, ia
juga tidak tau mengapa ia bertanya seperti itu. Kata-kata tersebut keluar
begitu saja dari mulutnya.
“tidak”
kata-kata rama menghentakkan alyssa. tidak
salah lagi, lanjut rama dalam hati
“aku
sudah lama tinggal sendiri, terbiasa bangun dan menyiapkan semuanya sendiri,
tetapi kehadiranmu membuat aku takut, takut akan terbiasa dengan kehadiranmu
dan ketika kau pergi meninggalkanku aku, aku merasa sakit. Aku pernah mengalami
hal ini sebelumnya” jelas rama
Setelah
memikirkan semuanya alyssa menatap rama dengan penuh keyakinan, ada rasa
cemburu ketika rama menyebutkan bahwa ia
sudah pernah tinggal bersama dengan wanita yang entah seperti apa sebelumnya.
“aku
tidak tau siapa yang kau maksudkan, tetapi aku berbeda dengannya. Aku tidak
akan meninggalkanmu sebelum atau sesudah ingatanku kembali, itu yang harus kau
percayai”. Rama menatap alyssa dengan pandangan nanar.
Apa
kau juga akan berkata sama ketika menemukan kenyataan yang sebenarnya? Batin
rama
“aku
percaya, baiklah. Katakan apa maumu”. Rama memilih mengalah. Berdebat dengan
orang yang dicintainya bukan sesuatu yang mudah.
“hanya
satu, berhenti mengacuhkanku” ucap alyssa sambil mengerucutkan bibirnya.
Rama hanya tersenyum.
@@@
Sebulan
sudah mereka tinggal bersama. Tertawa, berdebat dan mengejek menjadikan hari
yang mereka lalui terasa lebih cepat. Rama dan alyssa menjadi lebih akrab,
mengenali kebiasaan masing-masing, seperti rama dengan kopi paginya atau alyssa
ketika bangun tidur namun masih mengantuk akan menabrak apapun di depannya.
Pagi
ini setelah mengantar rama ke depan pintu, alyssa memilih membersihkan
apartemen rama, semuanya. Mulai dari ruang tamu, ruang makan, dapur sampai
kamar rama. Di dalam kamar rama alyssa mendapati foto close upnya yang
dibingkai oleh frame yang cantik, namun bingung melihat berkas yang tergeletak
di atas meja rias. Ethan Corporation. Kemudian ketika hendak menyentuh berkas
tersebut. Pikirannya teralihkan oleh suara bel apartemen.
“hai
lys” sapa seorang perempuan dengan wajah yang oriental dan berambut keriting.
Perempuan itu tersenyum manis.
“siapa
kau? Apa kau mencari...” kata-kata alyssa terhenti ketika perempuan itu memeluk
erat dirinya. Alyssa jelas kelihatan bingung, namun perlahan ia membalas
pelukan perempuan itu.
“kau
baik-baik saja, maaf, aku baru mendengar kabarmu, aku baru kembali dari
amerika” ujar perempuan itu.
Alyssa
masih kelihatan bingung dengan situasi tersebut dan masih tetap menatap
perempuan yang berada dihadapannya.
“kau
tidak menyuruhku masuk dulu?”. Seketika itu alyssa gelagapan dan segera
menyuruh perempuan tersebut masuk dan duduk di sofa.
“ah,
ia, perkenalkan namaku anna. Anna anderson, teman baik alyssa brown” alyssa
menerima uluran tangan anna sambil tersenyum.
“kau
tau aku begitu terkejut mendengar kalau kau hilang ingatan, dan ehem! Kau
tinggal bersama pria? Kau sekarang jauh lebih dewasa lyssa”. Anna tersenyum
geli melihat rona di wajah alyssa.
“maaf,
aku tidak mengingatmu, tapi hatiku hangat ketika melihatmu, aku merasa kau
benar-benar sahabatku” guman alyssa.
“tentu saja, kau
tinggal bersama siapa lys?” tanya anna.
“aku
tinggal bersama temanku yang tidak beberapa lama aku kenal sebelum aku hilang
ingatan. Namanya rama hirano” jelas alyssa.
“hirano?
Sepertinya aku mengenal nama itu, tapi bukan rama lebih kepada ...” gumannya
lebih kepada diri sendiri.
“kau kenapa?” tanya
alyssa ketika melihat kening anna berkerut.
Anna kembali
tersenyum, seraya menggelengkan kepala.
@@@
Kunjungan
anna membuat alyssa merasa senang, pasalnya alyssa tidak mengenal siapapun, ia
bahkan tidak tau bahwa ia mempunyai teman selain rama. Pertemuan itu membuat
alyssa tersenyum.
“sedang apa kau?”
tanya rama
Alyssa
hampir melompat dari balkon apartemen jika tidak di pegang oleh rama.
“berhenti
mengejutkanku” keluh alyssa.
Rama
tersenyum “aku melihatmu tersenyum, apa yang membuatmu senang?” rama penasaran,
sangat penasaran melihat tingkah alyssa, melamun kemudian tersenyum sendiri.
“tadi
siang aku bertemu dengan temanku, ia datang berkunjung ke sini, aku tidak
menyangka aku mempunyai teman selain dirimu” ucap alyssa.
Rama
hanya mengangguk kepala, ia merasa lega juga ada yang datang menjenguk alyssa,
karena sebulan ini alyssa tidak pernah keluar apartemen, ia hanya keluar untuk
membeli persediaan makanan. Selebih itu lebih memilih menetap di apartemen.
“besok kau ada waktu?”
tanya rama
Alyssa mengganguk
kepala, “kenapa?” tanya alyssa
“besok
kita akan jalan-jalan, kau tidak bosan di apartemen terus? Kulitmu kelihatan
pucat karena kurang terkena matahari” ucap rama seraya menatap alyssa
Alyssa mengacungkan
jempol seraya mengedipkan matanya.
Bersambung ke Part 4
Tidak ada komentar:
Posting Komentar