Bau
rumah sakit sangat menyengat di indra penciuman, tetapi tidak menyurutkan rama
untuk datang ke tempat tersebut, dengan langkah yang tergesa-gesa rama langsung
memasuki ruangan untuk pasien. Tujuannya hanya satu.
Alyssa.
Ketika
membuka pintu, pemandangan pertama yang rama lihat adalah seorang gadis terbaring
lemah yang dibantu dengan peralatan medis untuk membuatnya tetap bertahan hidup.
Rama duduk disamping tempat tidur alyssa, menggenggam tangannya dengan penuh
kelembutan. Seakan tangan ditengah
digenggamnya akan merasa tersakiti oleh hal sekecil apapun.
“maaf...”
rama tertunduk sambil mengucapkan kata maaf berkali-kali, menyesali apapun yang
telah dilakukakannya. “maafkan aku alys... aku benar-benar minta maaf” suaranya
terdengar serak penuh penyesalan. Kemudian tersenyum lembut.“kau tau,, pertama
mengenalmu aku langsung jatuh padamu...heh” rama mendengus pelan. “aku tau,,
itu terdengar konyol, karna aku sendiri juga tidak percaya yang namanya jatuh
cinta pada pandangan pertama, tapi...” rama menghela napasnya,, kembali menatap
alyssa. matanya yang berwarna coklat terang memandang alyssa dengan kasih
sayang yang tidak bisa dibendungnya.
”tapi..
memang itulah yang terjadi...aku jatuh cinta pada senyumanmu alys,,aku...”
kalimat itu terhenti ketika rama merasakan pergerakan lembut pada tangannya.
Kemudian mendongak melihat alyssa yang mulai menggerakkan mata dengan perlahan,
menyesuaikan kornea matanya dengan sinar terang yang melingkupi ruangan
tersebut.
“kau...
“ suaranya tercekat. Rama menatap alyssa dengan pandangan tidak percaya. Namun
tidak berlama dengan keterkejutannya rama langsung memencet tombol yang berada
disamping tempat tidur alyssa. beberapa orang memasuki ruangan dengan langkah
lebar,
“lyssa,,
kau sudah sadar nak?” kata seorang wanita hampir separuh baya seraya
menggenggam tangan alyssa dengan mata yang berkaca-kaca. Sedangkan disampingnya
terdapat laki-laki yang berpenampilan wibawa yang ikut juga menggenggam tangan
alyssa. takut bahwa mereka hanya bermimpi.
Beberapa
orang kembali masuk,, tapi kali ini memakai jubah putih panjang sampai ke
lutut, dan ada yang berpakaian perawat , rama yang sejak tadi juga berada
diruangan tersebut mendadak menjadi orang asing dan memilih berdiri di sudut
ruangan tersebut.
“bagaimana
kabarmu alyssa?” kata dokter sambil tersenyum ramah. alyssa memegang kepalanya
yang berdenyut, kemudian menatap sekeliling ruangan dengan bingung. Dokter yang melihat tersebut
langsung mengerti tatapan alyssa. “kau ada di rumah sakit, kau ingat apa yang
terjadi?” kata dokter tersebut.
Tubuh
rama tiba-tiba menegang mendengar kalimat tersebut, sungguh ia tidak pernah
berpikir kalimat tersebut akan terucapkan, ia hanya tau ketika mendengar alyssa
kecelakaan, yang ada dalam pikirannya waktu itu hanya melihat keadaan alyssa,
tetapi mendengar kalimat tersebut bagaimana respon alyssa? benak rama berkecamuk,,
pikirannya panik. Namun ia tetap melihat alyssa dengan ekpresi datar. Walaupun
mungkin terlihat seperti wajah yang cemas.
“aku...
kepalaku berdenyut dok” suara alyssa terdengar lirih dan lemah. Dokter hanya
tersenyum ramah. Alyssa kembali melihat sekeliling ruangan dengan ekspresi
bingung.
“dok...”
suara tercekat, matanya bergerak gelisah seraya menatap sekelilingnya dengan
takut. Alyssa merasa asing dengan semuanya. Wanita itu, pria disebelahnya dan
beberapa orang lainnya. Keheningan melingkupi ruangan tersebut beberapa saat.
“aku
siapa?” akhirnya suara alyssa menyampaikan apa isi pikirannnya. Kening dokter
berkerut ketika mendengar pertanyaan alyssa kemudian kembali memasang wajah
ramah. Itu salah satu tugasnya... membuat orang percaya bahwa semua akan
baik-baik saja.
“apa
maksudmu? Kau tidak mengenali dirimu sendiri?” tanya dokter dengan tenang.
Alyssa menggelengkan kepala kemudian tertunduk karena sakit yang kembali menyerang kepalanya,, hanya
beberapa saat ia kembali mendongak,
tepatnya kearah pasangan yang melihatnya dengan terkejut. “kalian siapa?” tanya
alyssa kebingungan.
“mereka
orangtuamu, kau benar-benar tidak ingat?” tanya dokter kembali. Alyssa
menggelengkan kepalanya sambil tetap memandang pasangan yang ada dihadapannya.
Ayah dan ibunya.
Air
mata yang sedari tadi ditahan oleh mama alyssa langsung tumpah tak terbendung
melihat keadaan anaknya. Bahunya terguncang lembut, bahkan ia tidak mampu untuk
berkata apapun.
“kau
tidak ingat siapa-siapa alyssa?” dokter kembali menanyakannya dengan pertanyaan
yang sudah pasti bisa tidak bisa dijawab alyssa. Alyssa memandang ke lantai
seraya mengingat hal apa yang mungkin terlintas dipikirannya. Namun tetap
kosong. Tidak ada apapun. Semuanya putih. Pasrah. Alyssa menggelengkan kepalanya.
Rama
yang melihat kejadian tersebut juga tercegang. Alyssa hilang ingatan. Hal itu
tidak pernah terlintas dalam benaknya sedikitpun. Kemudian dengan cepat wajahnya
kembali memasang ekpresi datar.
Aku
sudah tamat, guman rama dalam hati.
Mungkin
ini yang terbaik membiarkan semuanya kembali seperti awal walaupun dikeadaan
awal yang rama pikirkan tidak ada ia didalamnya. rama menelan ludah dengan
pahit kemudian meraih gagang pintu.
“rama”
panggil alyssa. seketika itu tubuh rama menegang, tangannya tergantung digagang
pintu. Tubuhnya mendadak kaku, perlahan rama membalikkan tubuhnya menatap
alyssa.
“kau
benar rama?” tanya alyssa, ia sendiri masih bingung dengan pertanyaan yang ia
lontarkan, ketika tadi menggelengkan kepala, dalam pikiran alyssa terlintas
satu nama. Rama. Hanya nama, kemudian ketika melihat seorang pemuda hendak
keluar tiba-tiba ia memanggil. Memanggilnya begitu saja. Seolah percaya pada
hati yang mendorongnya.
Kalimat
alyssa membuat orang-orang yang berada dalam ruangan tersebut menoleh ke arah
rama. Orangtua alyssa terkejut melihat pria itu. Rama.
“kau
yang namanya rama?” dokter menanyakan kembali pertanyaan alyssa karena tidak
menangkap adanya respon dari orang yang ditanya oleh alyssa.
Rama
hanya menggangguk kepala, dan kemudian tersenyum manis. Senyuman yang mampu
membuat semua wanita tergila-gila padanya. Perlahan beranjak dari tempatnya
berdiri menghampiri alyssa.
“hai”
hanya itu yang mampu ia katakan. Keterkejutannya masih ada walaupun berhasil ia
atasi. Alyssa hanya tersenyum samar. Kemudian kembali membaringkan tubuhnya.
“sebaiknya
alyssa istirahat, dan kami akan menganalisa lebih lanjut apa yang sebenarnya
terjadi” kata dokter tetap dengan senyumnya yang ramah.
Semua
orang bergegas keluar ketika mendengar nada perintah dari dokter. Mama alyssa
menghela napas dan memandang ke ruangan anaknya. Buah hatinya. Tidak jauh
berbeda dengan yang dilakukan oleh papa alyssa.
Kemudian
teringat sesuatu, mama alyssa menatap rama yang berada tidak jauh dari
tempatnya berada. Menghampiri rama dengan mata yang menatap tajam. Kenapa
pemuda tersebut yang diingat oleh alyssa? kenapa? Berbagai pertanyaan timbul
dalam pikiran mama alyssa
“mengapa kau disini?”
tanya mama alyssa menyelidik.
Rama
membungkukkan tubuhnya kearah mama alyssa. “aku hanya menjenguknya tante” ujar
rama tenang.
“kau
masih ingin menjenguknya? Setelah apa yang terjadi?” tanya mama alyssa dengan
sinis.
Papa
alyssa yang tidak jauh dari tempat rama menyusul istrinya, kemudian merangkul
istrinya dengan lembut.
“sudahlah,
yang penting sekarang alyssa sudah sadar. itu yang terpentingkan?” ujar papa
alyssa dengan penuh ketenangan.
Mata
mama alyssa masih menatap rama dengan tajam, walaupun tidak menjawab suaminya,
mama alyssa tetap menuruti suaminya berjalan dari tempat rama berada.
@@@
Alyssa
memandang langit-langit ruangan dengan kebingungan, ia sangat merasa asing
dengan lingkungan ia berada. Bahkan dimanapun ia pasti merasa asing. Apa yang
telah terjadi sebenarnya. Walau dokter sudah memberitahunya bahwa ia mengalami
kecelakaan, ia masih tetap tidak bisa mencerna kalimat tersebut, mengapa ia
bisa kecelakaan? Dan mengapa sekarang ia tidak bisa mengingat apapun, semua yang
ada dalam pikirannya berwarna putih, hanya putih.
Suara
pintu mengembalikan pikiran alyssa ke dunia nyata, kemudian memiringkan
kepalanya melihat siapa yang datang. Rama. Ketika melihat laki-laki itu rasa
nyaman tiba-tiba tercipta begitu saja. Alyssa tersenyum ke arah rama.
“hai”
kata rama sambil duduk disamping alyssa. alyssa hanya tersenyum, ia menghela
napas. Suara pemuda ini terasa menyenangkan, menghilangkan kecemasan yang
sedari tadi alyssa rasakan. Alyssa tidak tahu mengapa? Tapi itulah yang
terjadi. Suasana canggung menghinggapi ruangan tersebut.
“kau
baik-baik saja?” suara rama memecahkan keheningan yang sempat melingkupi
ruangan. Alyssa hanya mengangguk. Suasana kembali hening. Rama menghela napas,
ia benci suasana hening yang seperti menyayat jiwa baginya. seperti orang yang
yang merasa kesepian.
“aku
boleh bertanya sesuatu?” kata-kata alyssa membuat lamunan rama buyar. Rama
tersenyum sambil mengangguk. “bagaimana hubungan kita? Apakah kita pacaran atau
kita sudah...”
“hanya
berteman” rama memotong pertanyaan alyssa dengan jawaban singkat. Sekilas ada
kilatan kecewa dalam mata alyssa. teman, kenapa hatinya merasa sakit dengan
jawaban rama. Entahlah ia sendiri tidak tau mengapa.
“kita
berteman baik” suara rama kembali terdengar. Alyssa merasa aneh. ‘teman’
kata-kata itu terasa aneh. Mengapa ia hanya mengingat rama. Mungkinkah rama
seseorang yang spesial dalam hidupnya? .
Rama
menatap alyssa dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Tatapan kasih sayang,
penyesalan dan kelegaan bercampur menjadi satu. Alyssa mencoba untuk tersenyum
ramah, walau hati menunjukkan sebaliknya. “bagaimana kita bertemu? Maksudku,
bagaimana kita bisa berteman?” tanya alyssa kembali.
Tatapan
rama menerawang kedepan. “beberapa bulan yang lalu, ketika aku sedang duduk
menikmati kopi soreku di salah satu kafe, sambil memandangi pemandangan, aku
melihat seorang gadis dengan sepatunya yang tersangkut di lubang selokan sambil
menggerutu panjang” rama tersenyum mengingat pertemuan pertama mereka. “gadis
itu dengan rambut panjangnya yang tergerai, wajahnya menampilkan ekpresi marah,
dan mata hitamnya yang berkaca-kaca karena usahanya menyelamatkan sang sepatu
tidak membuahkan hasil, namun tetap mencoba menarik sepatunya, kemudian aku menghampiri
gadis itu seraya menawarkan bantuan, gadis itu hanya diam, aku berjongkok dan langsung
menarik sepatu dari selokan dengan perlahan, berhasil. Aku memberikan sepatu
tersebut kepada sang gadis, lalu tanpa kata setelah menerima sepatu sang gadis
langsung membalikkan badan, lalu pergi begitu saja, itu pertemuan kita yang
pertama” ucap rama sambil menatap alyssa.
Dahi
alyssa berkerut membayangkan kejadian tersebut. “memalukan” kata alyssa sambil
meringis minta maaf kepada rama
“Menurutku
itu menarik, pertemuan yang menarik, kemudian kita bertemu lagi di tempat pesta
salah satu teman kita, disitu kita berkenalan, waktu itu aku tidak bilang kalau
aku pernah bertemu denganmu sebelumnya” rama tersenyum geli melihat ekpresi
alyssa. lalu suasana kembali hening.
“kau
tau, aku tidak tau mengapa aku hanya bisa mengingatmu, mungkin kau orang yang
istimewa dalam hidupku ... seseorang yang spesial, maksudku aku bahkan tidak
mengingat orangtuaku sendiri”. Alyssa menatap rama menunggu reaksi pemuda
tersebut. Tetapi rama hanya diam.
@@@
Dokter
menyerahkan hasil diagnosanya ke papa alyssa.” itu hasil dari diagnosis kami,
anak anda alyssa brown mengalami amnesia permanen, seluruh ingatannya hilang
akibat benturan yang terjadi saat kecelakaan. Tapi alyssa brown mengingat satu
nama itu membuat saya bingung, seharusnya seseorang yang mengalami amnesia
permanen akan kehilangan seluruh ingatannya, setelah ini saya akan menganalisa
lebih lanjut tentang apa yang terjadi” dokter menjelaskannya dengan rinci. Mama
alyssa tidak mendengar penjelasan lebih lanjut dari dokter. Hanya satu kata
yang ditanggap oleh telinganya
Amnesia
permanen...?bagaimana mungkin?
“Sebaiknya
biarkan alyssa dekat dengan pemuda yang bernama rama, karena hanya itulah
ingatannya, mungkin dengan itu alyssa bisa kembali mengingat apa yang sudah
dilewatinya, walaupun kemungkinannya sangat kecil tapi kita harus tetap mencoba”
Dokter berdiri sembari
menjabat tangan papa alyssa.
@@@
Rama
meraih gagang pintu kemudian duduk disisi alyssa. tampaknya alyssa tidak
menyadari kehadiran rama. Pikiran alyssa melayang entah kemana. Duduk di tempat
tidur sambil menatap kakinya. Rama hanya tersenyum. Ketika alyssa duduk sambil
menatap jari-jari kakinya berarti alyssa sedang memikirkan sesuatu dengan
keras, terlihat dari keningnya yang berkerut.
“apa
yang kau pikirkan?”. Alyssa hampir melompat kaget mendengar suara tepat
disebelahnya.
“apa yang kau
pikirkan?” rama kembali bertanya.
Alyssa
kembali melihat kaki-kakinya, menghela napas dan mendongak menatap rama.
Kemudian tersenyum tipis. “tidak apa-apa” jawabnya pelan. Beberapa saat menatap rama kembali dengan
kening yang dikerutkan.
“kemana saja kau dua
hari ini?” tanya alyssa kesal.
Rama terkekeh, kemudian
mengangkat bahunya. “aku bekerja, ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan”
jawab rama.
Alyssa hanya mengangguk
kepalanya dan menghela napas. Entah sudah berapa kali ia menghela napas dalam
satu hari ini.
“kau bosan?” tanya
rama sambil menatap alyssa.
Mata
coklat terang itu membuat alyssa hanyut dalam tatapan rama. Iris mata rama
begitu cantik sehingga setiap orang yang memandang mata tersebut akan betah
berlama-lama. Mata yang memberikan kenyamanan. Alyssa tersenyum. Mengganggukkan
kepala seraya mengerucutkan bibirnya. Rama mengacak-acak rambut alyssa dengan
gemas.
“baiklah, karena tuan putri bosan berada di
kamar terus, saya sebagai pengawal yang baik dan setia akan mengajak sang putri
mengelilingi rumah sakit, yah.. kedengerannya menyenangkan” ucap rama sambil
mengambil kursi roda di sudut ruangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar