/** Kotak Iklan **/ .kotak_iklan {text-align: center;} .kotak_iklan img {margin: 0px 5px 5px 0px;padding: 5px;text-align: center;border: 1px solid #ddd;} .kotak_iklan img:hover {border: 1px solid #333}

Minggu, 04 Agustus 2013

Name In My Heart Part 4

Rama membawa alyssa ke daerah pinggiran kota, ke sebuah taman yang luas ditengah-tengahnya terdapat kolam yang air mancur bertingkat tiga, sangat indah... alyssa bahkan tidak pernah melihat itu sebelumnya. Setidaknya begitulah benaknya merasakan. Bukankah jika kita pernah ke suatu tempat kita akan merasa familiar dengan suasana tersebut. Alyssa menghampiri kolam mancur dengan langkah lebar sambil tersenyum manis.
Rama yang mengikutinya di belakang hanya tersenyum, ia pernah melihat alyssa tersenyum kenakak-kanakan seperti itu, seperti seorang remaja yang sedang jatuh cinta.
Alyssa memandang kolam mancur dengan perasaan takjub. Bagaimana mungkin ada taman seindah ini tetapi ia tidak penah tahu sebelumnya.

“apakah aku pernah kesini sebelumnya?” tanya alyssa seraya menoleh kebelakang menatap rama dengan mata yang berbinar-binar.
Rama hanya mengangkat bahunya seraya melangkah mendekati alyssa. lama mereka duduk di taman tersebut. Memandangi sekeliling dan kemudian makan di resto sederhana yang berada tidak jauh dari taman.
Setelah memenuhi kebutuhan perut mereka, kini rama mengajak alyssa ke taman hiburan yang berada tidak jauh dari taman yang mereka kunjungi. Melihat taman hiburan, alyssa memekik kegirangan. Walaupun ia tidak ingat pernah pergi ke sana sebelumnya, tapi hatinya mengatakan kalau ia pernah kesana.
Tanpa menunggu rama yang sedang memarkirkan mobil, alyssa berjalan, mungkin lebih bisa dikatakan setengah berlari memasuki taman hiburan. Alyssa sudah tidak sabar ingin mencoba semua wahana yang ada di taman hiburan tersebut, mulai dari yang ringan sampai yang menguji adrenalin. Keadaan taman hiburan sangat ramai karena hari ini weekend jadi banyak keluarga menghabiskan waktu mereka ke taman hiburan tersebut. Apakah untuk melihat keadaan wahana atau karena ajakan dari sang anak.
Mereka menaiki rollcoster dengan perasaan senang, sebenarnya hanya alyssa yang senang tepatnya, sedangkan rama senang terlebih melihat alyssa yang bahagia. Setelah dari rollcoster alyssa ingin menaiki wahana halilintar, tentu saja rama menolak untuk naik juga, membayangkan ia diputar tiga ratus enam puluh derajat dengan cepat membuat rama ingin muntah apalagi merasakan langsung. Itu sebuah mimpi buruk baginya. Ketika alyssa menaiki wahana tersebut rama hanya menunggunya dibawah sambil duduk dibangku taman tersebut seraya menyesap cuppucinonya. Tersenyum melihat alyssa yang berteriak kegirangan diatas sana.
Setelah beberapa lama, alyssa turun dari wahana halilintar dengan tampak lelah tetapi bahagia, ia berjalan dengan sedikit melompat menghampiri rama yang tersenyum kearahnya. Rama hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat gadis itu.
“kau senang?” tanya rama, sebenarnya ia sudah tau jawaban yang akan dilontarkan oleh alyssa, tapi ia ingin mendengar langsung dari bibir tipis alyssa.
Alyssa mengganguk dengan cepat, “senang sekali, benar-benar senang” sambil melompat ke bangku yang diduduki oleh rama.
Matanya menjelajah ke seluruh penjuru taman, “terima kasih, aku benar-benar senang” kata alyssa tanpa memandang rama, matanya sibuk berjelajah ria. Rama menoleh ke arah alyssa seraya tersenyum.
Mata alyssa tiba-tiba menangkap sesuatu yang membuat matanya berbinar-binar. Kemudian bangkit. Rama mendongak, ketika hendak melangkah  tangan alyssa dicegat lembut oleh rama.
“mau kemana?” tanya rama lembut
Alyssa hanya menunjuk ke arah depan, rama mengikuti tunjukan alyssa dan melihat penjual kembang gula yang berada tidak jauh dari tempat duduk mereka.
“biar aku saja”. Ujar rama tenang.
Dengan langkah lebar rama mendatangi penjual kembang gula tersebut. Setelah menunggu cukup lama, kini giliran rama yang membeli, setelah membeli kembang gula langsung kembali ke tempat alyssa. namun tidak ada siapa-siapa disana.
Rama mematung, ia tidak salah tempat, tetapi kemana alyssa? benaknya bertanya-tanya. Matanya menatap ke sekeliling taman mencari sosok alyssa. Nihil. Pikirannya mulai panik. Ia berlari sambil memanggil alyssa dengan keras.
Tidak ada, mungkin ke parkiran? Guman rama dalam hati, segera rama berlari ke arah parkiran mencari alyssa. tetap nihil. Pikirannya berkecamuk. Mungkinkah...? berbagai pikiran buruk mulai memenuhi benak rama. Ia kembali masuk ke taman hiburan mencari dan terus mencari alyssamkemudian mematung di tempat awal mereka duduk. Tangannya bergetar, kepala rama tertunduk.
Seandainya ia tidak meninggalkan alyssa sendiri? alyssa mungkin tidak akan hilang.. pikiran rama berkecamuk
“bodoh... kenapa aku meninggalkannya sendirian” guman rama pelan
“bagaimana kalau ...”
“rama” suara alyssa langsung membuyarkan pikiran buruk rama, menoleh dengan cepat dan mendapati alyssa yang sedang menatap bingung ke arahnya, tanpa kata rama langsung merengkuh alyssa ke dalam pelukannya.
Tubuh alyssa menegang kaku.
Rama memeluknya...?
Alyssa tidak mampu menenangkan jantungnya yang bekerja cukup keras akibat pelukan rama. Ketika alyssa membalas pelukan rama, ia merasakan tubuh rama bergetar pelan. Hal itu membuat alyssa semakin bingung.
“jangan pernah mengulanginya lagi” kata rama dengan suara serak.
“aku minta maaf, aku tadi ke kamar mandi karena melihat kau sedang mengantri, jadi aku pergi sendiri, maaf” ucap alyssa menyesal. Ia tidak tau bahwa rama akan sekhawatir ini terhadap dirinya.
“jangan pernah mengulanginya lagi, kau mengerti?” ujar rama kembali.
Alyssa mengganguk dalam pelukan rama meskipun kebingungan.

@@@

Semenjak kejadian di taman hiburan, rama menjadi sedikit protektif terhadap alyssa, menelpon alyssa 3 jam sekali dan melarang alyssa bepergian sendirian,  namun alyssa memakluminya. Merasakan tubuh rama yang bergetar dalam pelukannya membuat alyssa bertanya-tanya. Mengapa begitu khawatir? Apa yang sebenarnya terjadi?
Namun alyssa lebih memilih untuk menyimpannya. Mungkin akan ditanyakan pada rama suatu hari nanti. Tidak sekarang.
Rama  sedang berkutat dengan laptopnya, mengerjakan beberapa pekerjaan kantor yang belum terselesaikan. Sedangkan alyssa hanya memandangi rama dengan pandangan kesal. Sedari tadi rama mengacuhkan dirinya dan lebih memilih berkutat dengan laptop itu ketimbang berbicara kepadanya.
“kau masih lama?” tanya alyssa sambil menahan kekesalannya.
Rama tersenyum tipis namun tidak menjawab pertanyaan alyssa. tidak ada jawaban. Membuat Kekesalan alyssa yang sedari tadi ditahannya mencapai puncak. Alyssa berkacak pinggang dan menatap rama dengan pandangan kesal seraya mengerucutkan bibirnya.
“ya.. aku berbicara denganmu” suara alyssa naik beberapa oktaf.
“sebenarnya ada apa denganmu hari ini? kau seperti orang yang gila kerja, tidak lihat aku bosan memandangimu terus-terusan” alyssa terus mengoceh akan kekesalannya.
“ya tuhan.. pria ini benar-benar menyebalkan” alyssa mengguman pelan ketika tidak ada reaksi apapun dari rama. Ketika hendak menarik rama untuk tidak berkutat lagi dengan laptopnya, suara bel menghentikan niat alyssa. Kemudian berjalan membuka pintu apartemen.
Beberapa lama alyssa tidak kembali, rama mengeryit, kemudian memilih untuk menyusul alyssa. ketika berada di ruang tamu, ia melihat alyssa mematung di pintu dan melihat christy berada diluar apartemen.
Christy yang sedari tadi berdiri di depan pintu menunggu alyssa untuk mempersilahkan masuk. Tetapi alyssa hanya menatap ke arahnya.
“pacarmu tidak membolehkanku masuk” guman christy ke arah rama.
Alyssa tersadar dari lamunannya dan menyuruh christy untuk masuk. Diam-diam alyssa mengutuk dirinya yang bodoh.
“mau aku buatkan minuman?” tanya alyssa ingin mencairkan suasana.
“tidak usah” kata rama datar
Kemudian menoleh ke arah alyssa masih dengan muka datarnya. “kau masuklah ke kamar” nada perintah yang kental terdengar jelas dari suara rama.
Alyssa melangkah ke kamarnya dengan perasaan bigung. Wajah itu kembali menunjukkan perasaan dingin. Mengapa berubah begitu cepat seperti itu?
Setelah memastikan alyssa masuk ke kamar. Rama menatap christy dengan datar.
“Bagaimana perkembangannya?” tanya rama
Christy menyodorkan amplop ke arah rama.
“itu adalah berkas-berkas yang kau minta, ethan” kata christy terdengar biasa.
Rama mempelajari berkas-berkas tersebut dengan kening yang berkerut. Beberapa saat kemudian menutup berkas tersebut dan memasukkan kembali ke amplop.
“kau tidak menemukan pembunuh berikutnya?” tanya rama
Christy menggelengkan kepalanya. “sejauh ini belum, tetapi aku menemukan informasi yang menyatakan bahwa musuh mulai bergerak. Mereka sedikit curiga kepadamu ketika kau menolak tawaran mereka. Kau harus lebih waspada karena mereka menggunakan banyak cara untuk bisa mencapai tujuan” jelas christy secara rinci
Rama mengangguk kepala. “terima kasih atas informasinya. Aku akan menghubungimu jika ada masalah”
Setelah itu christy meninggalkan apartemen tersebut dengan langkah pelan tetapi seksi. Ketika mendengar suara pintu, alyssa keluar kamar dan langsung menghampiri rama. Tatapan rama masih sama datar dan dingin. Mungkin membiarkan rama menenangkan diri baru akan bertanya. Putus alyssa kemudian memasuki kamarnya kembali.
Alyssa ketiduran sewaktu mencoba memikirkan hubungan antara rama dengan wanita yang tadi siang datang. Kemudian beranjak ke kamar mandi. Setelah menyegarkan tubuhnya alyssa menuju ke dapur dan membuka lemari pendingin untuk minum. Ketika menutupnya matanya menangkap memo dari rama.
Aku pergi sebentar, jangan biarkan orang asing masuk, kau mengerti?
Alyssa mengerucutkan bibirnya. “selalu memerintah” cibirnya pelan.

Ketika alyssa hendak minum, tiba-tiba mati lampu, apartemen sepenuhnya gelap. Membuat tubuh alyssa tiba-tiba menjadi kaku.

Bersambung ke Part 5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar