/** Kotak Iklan **/ .kotak_iklan {text-align: center;} .kotak_iklan img {margin: 0px 5px 5px 0px;padding: 5px;text-align: center;border: 1px solid #ddd;} .kotak_iklan img:hover {border: 1px solid #333}

Jumat, 06 September 2013

Name In My Heart Part 11

Esseehhh,,, Last Chapter nih.. tinggal epilog saje,,, selamat membaca,, n jangan lupa kritik dan sarannya ya.. -,~

Semuanya berantakan, pernikahan alyssa dibatalkan karena sang mempelai pria sedang koma membuat alyssa hanya terdiam, matanya tidak bisa mengeluarkan airmata lagi, entah sudah berapa banyak alyssa menangis ketika berkunjung ke rumah sakit, melihat sang kekasih terbaring lemah tanpa tau kapan semua ini akan berakhir.
Alyssa melangkah menyusuri lorong rumah sakit sambil membawa bunga untuk sang kekasihnya, sudah tiga bulan rama koma dan selama itu pula alyssa hampir setiap hari pula alyssa menemani rama.
Dibukanya pintu ruangan tempat rama dirawat kemudian tersenyum dan menggantikan bunga yang kemarin ia beli dengan bunga hari ini di dalam vas bunga.
“selamat pagi sayang, aku membawakan bunga lagi... hehehe, aku tau kau kurang menyukai bunga tapi berhubung kau tidak mau bangun maka aku akan berbuat sesuka hatiku”. Mata alyssa mengabur karena airmata yang mengenang.

Kamis, 05 September 2013

Name In My Heart Part 10

Rama terus mondar mandir di depan david dengan cemas, tidak ada informasi apapun tentang alyssa membuat rama bertambah sesak semalaman rama tidak tidur dan mencoba mencari informasi sekecil apapun yang berhubungan dengan alyssa.
sekecil apapun!
“kau tidak mendapatkan apapun?” tanya rama cemas, entah sudah berapa kali ia menanyakan hal yang sama.
David menggelengkan kepala.
“mereka begitu cerdik, tidak ada pergerakan apapun yang mencurigakan” ujar david
David seorang yang jenius, selain kepiawaiannya dalam menggoda wanita. David seorang informan yang handal, mempunyai perusahaan yang bergerak dibidang telekomunikasi namun lebih memilih menjadi manajer di perusahaan rama dan hanya mengontrol perusahaannya dari belakang layar.

Selasa, 03 September 2013

Name In My Heart Part 9

pernikahan segera dirancang, rama mengundang wedding planner dan desainer ternama baju pengantin untuk membuat acara sakral itu menjadi sempurna.
Orangtua alyssa terkejut ketika mendengar alyssa ingin menikah. Anak manja mereka benar-benar sudah dewasa. Mereka pun merestui alyssa dan rama. mama alyssa mulai percaya kepada rama, ketika melihat lelaki itu bersungguh-sungguh ingin menjaga alyssa dengan baik.
Bel interkom berbunyi ketika alyssa sedang membahas tema pernikahannya bersama rama. alyssa beranjak membukakan pintu dan kembali bersama ryan patterson.
Rama mendongak melihat siapa yang berkunjung dan terkejut melihat ryan di apartemennya. Alyssa langsung memperkenalkan rama dengan ryan.
“senang bertemu denganmu” ujar ryan sambil tersenyum misterius.

Senin, 02 September 2013

Name In My Heart Part 8

Rama duduk di kamarnya sambil menatap lantai kamarnya. kata-kata alyssa membuat pikiran rama berkecamuk. Ia memikirkan bagaimana menjauhkan alyssa dari ryan tanpa membuat alyssa curiga.
Jelas rama mengenal pemuda yang bernama ryan itu. Lelaki itu berprofesi sama seperti dirinya. Pembunuh bayaran. Rupanya organisasi tersebut sudah mulai bergerak. Mengambil kembali harta berharga mereka. Alyssa.
Lama ia memikirkan cara agar alyssa menjauhi ryan. Namun setelah beberapa lama. Pikiran rama buntu. Rama tidak mungkin menceritakan siapa sebenarnya ryan itu, pasti alyssa akan ketakutan. Dan itu tidak baik untuk kesehatan pikiran alyssa yang sedang dalam tahap penyembuhan.
Lelah dengan pikirannya. Rama memutuskan untuk keluar kamar, langkahnya menuju dapur, membuka kulkas dan mengambil botol minuman yang langsung diteguknya.
Alyssa yang sedang menonton di ruang tamu, menyusul rama ketika melihat pemuda itu berjalan melewatinya begitu saja.
“kau tidak ingin mengatakan sesuatu?” ujar alyssa seperti mengingatkan.