/** Kotak Iklan **/ .kotak_iklan {text-align: center;} .kotak_iklan img {margin: 0px 5px 5px 0px;padding: 5px;text-align: center;border: 1px solid #ddd;} .kotak_iklan img:hover {border: 1px solid #333}

Senin, 02 September 2013

Name In My Heart Part 8

Rama duduk di kamarnya sambil menatap lantai kamarnya. kata-kata alyssa membuat pikiran rama berkecamuk. Ia memikirkan bagaimana menjauhkan alyssa dari ryan tanpa membuat alyssa curiga.
Jelas rama mengenal pemuda yang bernama ryan itu. Lelaki itu berprofesi sama seperti dirinya. Pembunuh bayaran. Rupanya organisasi tersebut sudah mulai bergerak. Mengambil kembali harta berharga mereka. Alyssa.
Lama ia memikirkan cara agar alyssa menjauhi ryan. Namun setelah beberapa lama. Pikiran rama buntu. Rama tidak mungkin menceritakan siapa sebenarnya ryan itu, pasti alyssa akan ketakutan. Dan itu tidak baik untuk kesehatan pikiran alyssa yang sedang dalam tahap penyembuhan.
Lelah dengan pikirannya. Rama memutuskan untuk keluar kamar, langkahnya menuju dapur, membuka kulkas dan mengambil botol minuman yang langsung diteguknya.
Alyssa yang sedang menonton di ruang tamu, menyusul rama ketika melihat pemuda itu berjalan melewatinya begitu saja.
“kau tidak ingin mengatakan sesuatu?” ujar alyssa seperti mengingatkan.

Rama tersenyum.
“kau ada waktu? Aku ingin mengajakmu makan malam” ujar rama tersenyum geli. Rona merah muncul di pipi alyssa.
Alyssa malu ketika melihat rama tersenyum geli. Dan sadar ia  telah bersikap agresif. Darahnya berdesir memusat pada pipinya.
“kapan pun” ujar alyssa pelan sambil menatap ke samping rama.
Rama hanya mengacak-acak gemas rambut alyssa.
Makan malam kedua bersama rama, ah.. sepertinya ketiga, guman alyssa.
Seperti biasa, alyssa hanya berias natural namun tetap terkesan elegan. Ia memakai long dress berwarna merah muda yang kontras dengan kulitnya, dan rambut di biarkan tergerai membuat alyssa tampak memesona.
Rama memesan menu pembuka, utama dan penutup untuk mereka berdua. Setelah pelayan pergi tatapan rama kembali pada alyssa. tersenyum lembut. Mata coklat terangnya memancarkan kasih sayang, kelembutan dan sarat akan cinta yang dalam. Sedangkan alyssa yang tidak tahan berlama-lama menatap mata hangat rama menjelajahi restoran tempat makan malam mereka.
Restoran itali ini memiliki dekorasi interior yang unik. Dari depan tampak seperti restoran biasa. Tetapi ketika memasuki ruangan, mata alyssa langsung disuguhkan dengan kesan industrialnya yang kental. Di kiri kanannya terdapat kontainer dari besi derek untuk menyimpan kayu-kayu bakar, gerbong kereta yang berwarna yang mengapung membuat restoran ini menarik dan indah.
Rama terus menatap alyssa yang sedang mengagumi desain interior restoran. Rama berniat menyatakan perasaannya pada alyssa. mengatakan betapa ia mencintai gadis bermata indah ini, dan bersedia menjaganya seumur hidup rama.
Rama mengulurkan tangannya ke depan dan menggenggam jemari alyssa sambil membelai lembut. Tatapan alyssa langsung teralihkan pada rama, sedangkan jantungnya berkerja keras memompa darah memusat pada pipi alyssa.
“walaupun kau bosan mendengarkan kata-kata ini, tapi aku tetap akan mengatakannya” ujar rama lembut.
Rama membawa tangan alyssa ke arahnya dan mengecup lembut jemari alyssa. alyssa menggigit pelan bibir bawahnya, meredamkan pekikan senang yang muncul dalam hatinya.
“kau sangat cantik malam ini” ujar rama
“terima kasih” ucap alyssa dengan wajah merona.
Rama menatap ke sekeliling ruangan dan menatap alyssa.
“kau suka dengan restoran ini?” tanya rama yang dibalas anggukan oleh alyssa.
“dulu aku pernah datang kesini bersama ibuku, sebelum meninggal. Kau wanita kedua yang kubawa kesini. Ini restoran favoritku” jelas rama
Alyssa masih menunggu lanjutan kata-kata rama.
“sebenarnya kita sudah pacaran” ucapan rama membuat alyssa mengerutkan keningnya.
Pacaran? Tapi mengapa...?
Lagi-lagi informasi yang sama sekali tidak pernah diduganya. Meskipun hatinya berkecamuk, alyssa tetap diam mendengarkan penjelasan rama lebih lanjut.
“mengapa aku bilang hanya berteman. Aku takut. Bersamaku hanya akan membuatmu menderita” jawab rama mengerti tatapan alyssa.
“profesiku dulu yang membuatku takut. Kau kecelakaan waktu itu karena aku alyssa. setelah aku mengenal. Aku berhenti dari dunia kelam itu. Tapi mafia-mafia itu tidak membiarkanku untuk pergi begitu saja. Dan mulai mengejarmu, karena itu aku takut kau akan mengalami kecelakaan lagi jika bersamaku”. Kata-kata rama berhenti sejenak. Menghela napas panjang.
“selama ini, aku menekan perasaanku sendiri, menjaga jarak terhadapmu. Tapi semuanya gagal. Aku tidak bisa mengacuhkanmu. Aku tidak bisa tidak memperdulikanmu. Aku tidak bisa tanpamu”
Alyssa mendengarkan semua kata-kata rama dengan mata berkaca-kaca. Ia tidak menyangka rama akan menyimpan perasaan begitu dalam terhadapnya. Airmata yang sekuat tenaga alyssa tahan berhasil mengalir keluar.
“aku terlihat bodoh memang, mencoba melupakan perasaanku dan menjadi hubungan kita hanya teman. Tapi lagi-lagi aku tidak bisa, aku rapuh tanpamu alys. Kau sumber kekuatanku” ujar rama sambil menatap lembut alyssa.
Airmata alyssa semakin mengalir deras. Alyssa kembali menggigit bibir bawahnya. Menekan perasaan bahagia yang terlalu kuat sampai membuatnya terharu.
“aku...”
“cukup, aku mengerti. Jangan berkata apapun lagi atau kau akan melihat mataku membengkak” ujar alyssa tersendat-sendat
Airmata alyssa tetap mengalir.
“ya tuhan, airmataku tidak bisa berhenti” ujar alyssa sambil terisak pelan.
Rama tersenyum. Kemudian mencondongkan wajahnya mendekati alyssa, mengecup bibir alyssa dan kembali duduk dengan tenang. Hanya kecupan sekilas, tapi berhasil membuat airmata alyssa terhenti. Alyssa terlalu terkejut sampai membuat isakannya berhenti begitu saja.
“sudah berhenti kan?” tanya rama sambil tersenyum manis
“kau curang” cibir alyssa sambil tersenyum.
Senyuman rama semakin lebar. Dulu ia juga melakukan hal yang sama ketika alyssa menangis sedih ataupun terharu. Itu salah satu cara terampuh menurut rama.

@@@

Mereka menjadi pasangan kekasih. Salah. Kembali menjadi pasangan kekasih.
Rama bangun ketika matahari baru ingin menampakkan kuasanya. Melangkah ke dapur yang disambut oleh aroma kopi yang nikmat. Tersenyum adalah sesuatu hal yang sering ia lakukan akhir-akhir ini.
Alyssa sedang menyiapkan sarapan untuk dirinya dan juga rama. sarapan sederhana, oatmeal dengan segelas susu untuk dirinya dan sepotong roti panggang dan secangkir kopi untuk rama siap menemani sarapan mereka
Seperti biasa, rama duduk sambil menopang dagunya dengan tangan diatas meja, memandangi sang kekasih dengan segala aktifitas penyiapan sarapan. Begitu semua tersaji di atas meja. Alyssa duduk di depan rama. dan mereka memulai sarapan dengan khitmat.
“kau tidak bekerja?” tanya alyssa ketika melihat pakaian santai yang rama pakai. 
Rama menggelengkan kepalanya. alyssa masih menunggu.
“aku ingin mengajakmu ke suatu tempat” ujar rama tersenyum
“kemana?”. Rasa penasaran langsung menyergap alyssa.
Rama hanya mengedipkan matanya
Suasana pantai ramai walau di hari kerja sekalipun. Banyak yang berkunjung mulai dari keluarga, pasangan suami istri atau pasangan kekasih. Mata alyssa langsung berbinar-binar melihat birunya air laut serta ombak yang bergulung-gulung menimbulkan kericuhan.
Alyssa menarik tangan rama dan menuju tepi pantai dengan bertelanjang kaki, merasakan butiran pasir putih yang terasa lembut di telapak kaki. Sambil melihat pemandangan pantai, mereka menyusuri tepi pantai seraya menggandengan tangan.
Setelah lelah berjalan, rama dan alyssa memilih duduk di pasir seraya menatap keindahan pantai. Langit sedang mendung membuat suasana pantai terasa menyenangkan. Sesekali alyssa melirik rama sambil tersenyum kemudian kembali menatap kedepan begitu rama menoleh kearahnya. Kenakanan alyssa berlahan kembali ke habitatnya, membuat si empu sifat tersebut menjadi seperti remaja yang sedang dilanda kasmaran.
Rama menyadari lirikan alyssa kepadanya, namun ia hanya tersenyum.
“dulu kita pernah kemari” ujar rama tetap memandangi lautan biru yang indah
“aku tau” ujar alyssa singkat
Alis rama terangkat dan memandang heran ke arah alyssa. alyssa meletakkan tangannya di dadanya.
“aku merasakannya”.
Rama mengangguk tanda mengerti
Ketika menatap sekeliling pantai, mata alyssa menatap sekumpulan anak-anak yang sedang membuat istana pasir walau terlihat seperti istana yang roboh. Alyssa bangkit kemudian berjalan mendekat dan langsung menawarkan bantuan kepada sekumpulan anak tersebut.
Anak-anak tersebut mengangguk dengan semangat. Membuat istana pasir yang sulit telah menguras tenaga mereka. Tapi usaha mereka seperti sia-sia. Sang istana terlihat seperti habis dijajah oleh musuh. Berantakan.
Rama tersenyum dan memilih untuk menyusul alyssa. menggulungkan kemejanya kemudian mengisi ember kecil dengan pasir dan mulai membuat istana pasir. Setelah sekian lama mereka membuat istana pasir, diselingi dengan tawa anak-anak ketika rama mengusap pip alyssa dengan tangan penuh pasir atau kejaran-kejaran anak-anak saling melempar pasir, istana pasirpun siap bertahta. Istana dengan kastil-kastil menjulang tinggi, tembok pasir yang kelihatan kokoh dan dengan gerbang ditengah-tengahnya membuat istana pasir tampak seperti asli.
Anak-anak bersorai dengan gembira seraya menatap kagum ke arah rama. alyssa juga melakukan hal yang sama. Sebenarnya hanya rama yang membuat istana pasir yang lainnya hanya ikut membantu mengisi pasir di ember kecil atau menyoraki rama memberi dukungan.
“istana yang indah” nilai alyssa dengan kagum.
Rama mengeluarkan ponsel kameranya dan menyuruh alyssa dan anak-anak lainnya berfoto di belakang istana pasir, beberapa foto terabadikan. Mereka tertawa bersama-sama.
Rama memberhentikan salah satu warga yang sedang melintasi mereka, meminta untuk mengabadikan dirinya dengan alyssa. tapi sebelumnya rama teringat sesuatu kemudian berjongkok ke arah istana dan mulai melukis.
Mr & Mrs Hirano
Nama itu tertulis dengan rapi di atas gerbang jeruji istana pasir. Rama memberi isyarat kepada alyssa agar ikut berjongkok. Mereka berfoto disebelah kiri-kanan istana sambil tersenyum manis. Satu lagi kenangan yang akan diingat rama dan alyssa.
Setelah berfoto ria, rama dan alyssa kembali duduk beralaskan pasir seraya menekukkan kaki mereka ke depan menatap matahari yang akan tenggelam di balik lautan. Semua orang mengagumi sunset, cahaya yang keemasan membuat air laut tampak seperti air yang ditaburi emas, bergelombang dengan indahnya. Suasana sunset selalu terasa romantis membuat rama menggunakan kesempatan itu peluang untuk dirinya.
Rama  mengeluarkan kotak kecil yang dilapisi beludru kemudian menghadap alyssa seraya membuka kotak kecil tersebut.
Cincin!
Alyssa terkesiap memandang cincin yang berada di dalam kotak yang dipegang rama. tangannya menutup mulut sambil mata yang berkaca-kaca menatap rama. sebuah cincin emas dengan permata di tengah lingkaran dan di dalamnya terdapat tulisan mrs hirano. cincin yang sempurna.
“ini hanya cincin biasa. Jika kau hanya memandanginya di etalase toko. Kemudian akan sedikit berharga jika kau membelinya dengan sedikit harapan yang tulus dan akan menjadi istimewa jika harapan yang kau tumbuhkan dalam hati disambut hangat oleh sang pemberi harapan”
Rama memberi jeda pada kata-katanya. Tersenyum melihat airmata alyssa yang mengalir membentuk aliran sungai kecil. Gadis lembutnya akan tersentuh oleh hal-hal kecil sekalipun.
“seperti halnya diriku. Hanya Lelaki biasa sebelum mengenalmu, menjadi istimewa setelah menemukan cintamu dan menjadi sempurna setelah cinta tulus yang aku beri disambut hangat olehmu”.
Rama tertawa pelan
“aku tidak pandai berkata puitis. Tapi Maukah kau menghabiskan sisa hidupmu bersamaku? , maukah kau menyandang mrs hirano di belakang namamu and would you marry me?” ujar rama pelan. Tatapannya penuh kelembutan, tangan rama masih memegang kotak cincin.
Suara alyssa tercekat. Ia tidak mampu mengeluarkan suaranya, suaranya seperti hilang di deru ombak. Dengan mata yang berkaca-kaca, alyssa mengangguk pelan.
“ya, ya and i do” ujar alyssa serak menahan tangis.
Rama menyematkan cincin tersenyum di jari manis alyssa, tampak cantik jika sudah menemukan jari yang pas. Kemudian merengkuh alyssa yang terisak pelan ke dalam pelukannya.
“terima kasih sayang, aku akan menghabiskan sisa umurku untuk membuatmu bahagia, menjagamu dan melindungimu dari apapun”. Rama berjanji sepenuh hati, janji yang ia ikrarkan kepada dirinya sendiri.
Rama melepaskan pelukannya dan mengusap airmata  alyssa dengan ibu jarinya, alyssa tetap menangis.
Alyssa terus menangis terharu dan bahagia, tidak pernah memimpikan hal semuluk ini dan sekarang terjadi. Tepat kepada dirinya.
Rama kembali tersenyum lembut. Langkah terakhir menghentikan airmata alyssa dengan mengecup lembut bibir alyssa yang sudah memerah akibat isakan pelan. Seketika airmata alyssa berhenti.
“berhasil” ucap rama kepada diri sendiri

“kau curang lagi” guman alyssa sambil memukul pelan lengan rama

Bersambung ke Part 9

Tidak ada komentar:

Posting Komentar