Rama
duduk di kamarnya sambil menatap lantai kamarnya. kata-kata alyssa membuat pikiran
rama berkecamuk. Ia memikirkan bagaimana menjauhkan alyssa dari ryan tanpa
membuat alyssa curiga.
Jelas
rama mengenal pemuda yang bernama ryan itu. Lelaki itu berprofesi sama seperti
dirinya. Pembunuh bayaran. Rupanya organisasi tersebut sudah mulai bergerak.
Mengambil kembali harta berharga mereka. Alyssa.
Lama
ia memikirkan cara agar alyssa menjauhi ryan. Namun setelah beberapa lama.
Pikiran rama buntu. Rama tidak mungkin menceritakan siapa sebenarnya ryan itu,
pasti alyssa akan ketakutan. Dan itu tidak baik untuk kesehatan pikiran alyssa
yang sedang dalam tahap penyembuhan.
Lelah
dengan pikirannya. Rama memutuskan untuk keluar kamar, langkahnya menuju dapur,
membuka kulkas dan mengambil botol minuman yang langsung diteguknya.
Alyssa
yang sedang menonton di ruang tamu, menyusul rama ketika melihat pemuda itu
berjalan melewatinya begitu saja.
“kau
tidak ingin mengatakan sesuatu?” ujar alyssa seperti mengingatkan.
Rama tersenyum.
“kau
ada waktu? Aku ingin mengajakmu makan malam” ujar rama tersenyum geli. Rona
merah muncul di pipi alyssa.
Alyssa
malu ketika melihat rama tersenyum geli. Dan sadar ia telah bersikap agresif. Darahnya berdesir
memusat pada pipinya.
“kapan pun” ujar
alyssa pelan sambil menatap ke samping rama.
Rama hanya
mengacak-acak gemas rambut alyssa.
Makan
malam kedua bersama rama, ah.. sepertinya ketiga, guman alyssa.
Seperti
biasa, alyssa hanya berias natural namun tetap terkesan elegan. Ia memakai long
dress berwarna merah muda yang kontras dengan kulitnya, dan rambut di biarkan
tergerai membuat alyssa tampak memesona.
Rama
memesan menu pembuka, utama dan penutup untuk mereka berdua. Setelah pelayan
pergi tatapan rama kembali pada alyssa. tersenyum lembut. Mata coklat terangnya
memancarkan kasih sayang, kelembutan dan sarat akan cinta yang dalam. Sedangkan
alyssa yang tidak tahan berlama-lama menatap mata hangat rama menjelajahi restoran
tempat makan malam mereka.
Restoran
itali ini memiliki dekorasi interior yang unik. Dari depan tampak seperti
restoran biasa. Tetapi ketika memasuki ruangan, mata alyssa langsung disuguhkan
dengan kesan industrialnya yang kental. Di kiri kanannya terdapat kontainer
dari besi derek untuk menyimpan kayu-kayu bakar, gerbong kereta yang berwarna
yang mengapung membuat restoran ini menarik dan indah.
Rama
terus menatap alyssa yang sedang mengagumi desain interior restoran. Rama
berniat menyatakan perasaannya pada alyssa. mengatakan betapa ia mencintai
gadis bermata indah ini, dan bersedia menjaganya seumur hidup rama.
Rama
mengulurkan tangannya ke depan dan menggenggam jemari alyssa sambil membelai
lembut. Tatapan alyssa langsung teralihkan pada rama, sedangkan jantungnya
berkerja keras memompa darah memusat pada pipi alyssa.
“walaupun
kau bosan mendengarkan kata-kata ini, tapi aku tetap akan mengatakannya” ujar
rama lembut.
Rama
membawa tangan alyssa ke arahnya dan mengecup lembut jemari alyssa. alyssa
menggigit pelan bibir bawahnya, meredamkan pekikan senang yang muncul dalam
hatinya.
“kau sangat cantik
malam ini” ujar rama
“terima kasih” ucap
alyssa dengan wajah merona.
Rama menatap ke
sekeliling ruangan dan menatap alyssa.
“kau
suka dengan restoran ini?” tanya rama yang dibalas anggukan oleh alyssa.
“dulu
aku pernah datang kesini bersama ibuku, sebelum meninggal. Kau wanita kedua
yang kubawa kesini. Ini restoran favoritku” jelas rama
Alyssa masih menunggu
lanjutan kata-kata rama.
“sebenarnya
kita sudah pacaran” ucapan rama membuat alyssa mengerutkan keningnya.
Pacaran?
Tapi mengapa...?
Lagi-lagi
informasi yang sama sekali tidak pernah diduganya. Meskipun hatinya berkecamuk,
alyssa tetap diam mendengarkan penjelasan rama lebih lanjut.
“mengapa
aku bilang hanya berteman. Aku takut. Bersamaku hanya akan membuatmu menderita”
jawab rama mengerti tatapan alyssa.
“profesiku
dulu yang membuatku takut. Kau kecelakaan waktu itu karena aku alyssa. setelah
aku mengenal. Aku berhenti dari dunia kelam itu. Tapi mafia-mafia itu tidak
membiarkanku untuk pergi begitu saja. Dan mulai mengejarmu, karena itu aku
takut kau akan mengalami kecelakaan lagi jika bersamaku”. Kata-kata rama
berhenti sejenak. Menghela napas panjang.
“selama
ini, aku menekan perasaanku sendiri, menjaga jarak terhadapmu. Tapi semuanya
gagal. Aku tidak bisa mengacuhkanmu. Aku tidak bisa tidak memperdulikanmu. Aku
tidak bisa tanpamu”
Alyssa
mendengarkan semua kata-kata rama dengan mata berkaca-kaca. Ia tidak menyangka
rama akan menyimpan perasaan begitu dalam terhadapnya. Airmata yang sekuat
tenaga alyssa tahan berhasil mengalir keluar.
“aku
terlihat bodoh memang, mencoba melupakan perasaanku dan menjadi hubungan kita
hanya teman. Tapi lagi-lagi aku tidak bisa, aku rapuh tanpamu alys. Kau sumber
kekuatanku” ujar rama sambil menatap lembut alyssa.
Airmata
alyssa semakin mengalir deras. Alyssa kembali menggigit bibir bawahnya. Menekan
perasaan bahagia yang terlalu kuat sampai membuatnya terharu.
“aku...”
“cukup,
aku mengerti. Jangan berkata apapun lagi atau kau akan melihat mataku
membengkak” ujar alyssa tersendat-sendat
Airmata alyssa tetap
mengalir.
“ya
tuhan, airmataku tidak bisa berhenti” ujar alyssa sambil terisak pelan.
Rama
tersenyum. Kemudian mencondongkan wajahnya mendekati alyssa, mengecup bibir
alyssa dan kembali duduk dengan tenang. Hanya kecupan sekilas, tapi berhasil
membuat airmata alyssa terhenti. Alyssa terlalu terkejut sampai membuat
isakannya berhenti begitu saja.
“sudah berhenti kan?”
tanya rama sambil tersenyum manis
“kau curang” cibir
alyssa sambil tersenyum.
Senyuman
rama semakin lebar. Dulu ia juga melakukan hal yang sama ketika alyssa menangis
sedih ataupun terharu. Itu salah satu cara terampuh menurut rama.
@@@
Mereka
menjadi pasangan kekasih. Salah. Kembali menjadi pasangan kekasih.
Rama
bangun ketika matahari baru ingin menampakkan kuasanya. Melangkah ke dapur yang
disambut oleh aroma kopi yang nikmat. Tersenyum adalah sesuatu hal yang sering
ia lakukan akhir-akhir ini.
Alyssa
sedang menyiapkan sarapan untuk dirinya dan juga rama. sarapan sederhana,
oatmeal dengan segelas susu untuk dirinya dan sepotong roti panggang dan
secangkir kopi untuk rama siap menemani sarapan mereka
Seperti
biasa, rama duduk sambil menopang dagunya dengan tangan diatas meja, memandangi
sang kekasih dengan segala aktifitas penyiapan sarapan. Begitu semua tersaji di
atas meja. Alyssa duduk di depan rama. dan mereka memulai sarapan dengan
khitmat.
“kau
tidak bekerja?” tanya alyssa ketika melihat pakaian santai yang rama
pakai.
Rama menggelengkan
kepalanya. alyssa masih menunggu.
“aku ingin mengajakmu
ke suatu tempat” ujar rama tersenyum
“kemana?”. Rasa
penasaran langsung menyergap alyssa.
Rama hanya mengedipkan
matanya
Suasana
pantai ramai walau di hari kerja sekalipun. Banyak yang berkunjung mulai dari
keluarga, pasangan suami istri atau pasangan kekasih. Mata alyssa langsung
berbinar-binar melihat birunya air laut serta ombak yang bergulung-gulung
menimbulkan kericuhan.
Alyssa
menarik tangan rama dan menuju tepi pantai dengan bertelanjang kaki, merasakan
butiran pasir putih yang terasa lembut di telapak kaki. Sambil melihat
pemandangan pantai, mereka menyusuri tepi pantai seraya menggandengan tangan.
Setelah
lelah berjalan, rama dan alyssa memilih duduk di pasir seraya menatap keindahan
pantai. Langit sedang mendung membuat suasana pantai terasa menyenangkan.
Sesekali alyssa melirik rama sambil tersenyum kemudian kembali menatap kedepan
begitu rama menoleh kearahnya. Kenakanan alyssa berlahan kembali ke habitatnya,
membuat si empu sifat tersebut menjadi seperti remaja yang sedang dilanda
kasmaran.
Rama
menyadari lirikan alyssa kepadanya, namun ia hanya tersenyum.
“dulu
kita pernah kemari” ujar rama tetap memandangi lautan biru yang indah
“aku tau” ujar alyssa
singkat
Alis
rama terangkat dan memandang heran ke arah alyssa. alyssa meletakkan tangannya
di dadanya.
“aku merasakannya”.
Rama mengangguk tanda
mengerti
Ketika
menatap sekeliling pantai, mata alyssa menatap sekumpulan anak-anak yang sedang
membuat istana pasir walau terlihat seperti istana yang roboh. Alyssa bangkit
kemudian berjalan mendekat dan langsung menawarkan bantuan kepada sekumpulan
anak tersebut.
Anak-anak
tersebut mengangguk dengan semangat. Membuat istana pasir yang sulit telah
menguras tenaga mereka. Tapi usaha mereka seperti sia-sia. Sang istana terlihat
seperti habis dijajah oleh musuh. Berantakan.
Rama
tersenyum dan memilih untuk menyusul alyssa. menggulungkan kemejanya kemudian
mengisi ember kecil dengan pasir dan mulai membuat istana pasir. Setelah sekian
lama mereka membuat istana pasir, diselingi dengan tawa anak-anak ketika rama
mengusap pip alyssa dengan tangan penuh pasir atau kejaran-kejaran anak-anak
saling melempar pasir, istana pasirpun siap bertahta. Istana dengan
kastil-kastil menjulang tinggi, tembok pasir yang kelihatan kokoh dan dengan
gerbang ditengah-tengahnya membuat istana pasir tampak seperti asli.
Anak-anak
bersorai dengan gembira seraya menatap kagum ke arah rama. alyssa juga
melakukan hal yang sama. Sebenarnya hanya rama yang membuat istana pasir yang
lainnya hanya ikut membantu mengisi pasir di ember kecil atau menyoraki rama
memberi dukungan.
“istana yang indah”
nilai alyssa dengan kagum.
Rama
mengeluarkan ponsel kameranya dan menyuruh alyssa dan anak-anak lainnya berfoto
di belakang istana pasir, beberapa foto terabadikan. Mereka tertawa
bersama-sama.
Rama
memberhentikan salah satu warga yang sedang melintasi mereka, meminta untuk
mengabadikan dirinya dengan alyssa. tapi sebelumnya rama teringat sesuatu
kemudian berjongkok ke arah istana dan mulai melukis.
Mr
& Mrs Hirano
Nama
itu tertulis dengan rapi di atas gerbang jeruji istana pasir. Rama memberi
isyarat kepada alyssa agar ikut berjongkok. Mereka berfoto disebelah kiri-kanan
istana sambil tersenyum manis. Satu lagi kenangan yang akan diingat rama dan
alyssa.
Setelah
berfoto ria, rama dan alyssa kembali duduk beralaskan pasir seraya menekukkan
kaki mereka ke depan menatap matahari yang akan tenggelam di balik lautan.
Semua orang mengagumi sunset, cahaya yang keemasan membuat air laut tampak
seperti air yang ditaburi emas, bergelombang dengan indahnya. Suasana sunset
selalu terasa romantis membuat rama menggunakan kesempatan itu peluang untuk
dirinya.
Rama mengeluarkan kotak kecil yang dilapisi
beludru kemudian menghadap alyssa seraya membuka kotak kecil tersebut.
Cincin!
Alyssa
terkesiap memandang cincin yang berada di dalam kotak yang dipegang rama.
tangannya menutup mulut sambil mata yang berkaca-kaca menatap rama. sebuah
cincin emas dengan permata di tengah lingkaran dan di dalamnya terdapat tulisan
mrs hirano. cincin yang sempurna.
“ini
hanya cincin biasa. Jika kau hanya memandanginya di etalase toko. Kemudian akan
sedikit berharga jika kau membelinya dengan sedikit harapan yang tulus dan akan
menjadi istimewa jika harapan yang kau tumbuhkan dalam hati disambut hangat
oleh sang pemberi harapan”
Rama
memberi jeda pada kata-katanya. Tersenyum melihat airmata alyssa yang mengalir
membentuk aliran sungai kecil. Gadis lembutnya akan tersentuh oleh hal-hal
kecil sekalipun.
“seperti
halnya diriku. Hanya Lelaki biasa sebelum mengenalmu, menjadi istimewa setelah menemukan
cintamu dan menjadi sempurna setelah cinta tulus yang aku beri disambut hangat
olehmu”.
Rama tertawa pelan
“aku
tidak pandai berkata puitis. Tapi Maukah kau menghabiskan sisa hidupmu
bersamaku? , maukah kau menyandang mrs hirano di belakang namamu and would you
marry me?” ujar rama pelan. Tatapannya penuh kelembutan, tangan rama masih
memegang kotak cincin.
Suara
alyssa tercekat. Ia tidak mampu mengeluarkan suaranya, suaranya seperti hilang
di deru ombak. Dengan mata yang berkaca-kaca, alyssa mengangguk pelan.
“ya, ya and i do” ujar
alyssa serak menahan tangis.
Rama
menyematkan cincin tersenyum di jari manis alyssa, tampak cantik jika sudah
menemukan jari yang pas. Kemudian merengkuh alyssa yang terisak pelan ke dalam
pelukannya.
“terima
kasih sayang, aku akan menghabiskan sisa umurku untuk membuatmu bahagia,
menjagamu dan melindungimu dari apapun”. Rama berjanji sepenuh hati, janji yang
ia ikrarkan kepada dirinya sendiri.
Rama
melepaskan pelukannya dan mengusap airmata
alyssa dengan ibu jarinya, alyssa tetap menangis.
Alyssa
terus menangis terharu dan bahagia, tidak pernah memimpikan hal semuluk ini dan
sekarang terjadi. Tepat kepada dirinya.
Rama
kembali tersenyum lembut. Langkah terakhir menghentikan airmata alyssa dengan
mengecup lembut bibir alyssa yang sudah memerah akibat isakan pelan. Seketika
airmata alyssa berhenti.
“berhasil” ucap rama kepada
diri sendiri
“kau
curang lagi” guman alyssa sambil memukul pelan lengan rama
Bersambung ke Part 9
Tidak ada komentar:
Posting Komentar