/** Kotak Iklan **/ .kotak_iklan {text-align: center;} .kotak_iklan img {margin: 0px 5px 5px 0px;padding: 5px;text-align: center;border: 1px solid #ddd;} .kotak_iklan img:hover {border: 1px solid #333}

Jumat, 06 September 2013

Name In My Heart Part 11

Esseehhh,,, Last Chapter nih.. tinggal epilog saje,,, selamat membaca,, n jangan lupa kritik dan sarannya ya.. -,~

Semuanya berantakan, pernikahan alyssa dibatalkan karena sang mempelai pria sedang koma membuat alyssa hanya terdiam, matanya tidak bisa mengeluarkan airmata lagi, entah sudah berapa banyak alyssa menangis ketika berkunjung ke rumah sakit, melihat sang kekasih terbaring lemah tanpa tau kapan semua ini akan berakhir.
Alyssa melangkah menyusuri lorong rumah sakit sambil membawa bunga untuk sang kekasihnya, sudah tiga bulan rama koma dan selama itu pula alyssa hampir setiap hari pula alyssa menemani rama.
Dibukanya pintu ruangan tempat rama dirawat kemudian tersenyum dan menggantikan bunga yang kemarin ia beli dengan bunga hari ini di dalam vas bunga.
“selamat pagi sayang, aku membawakan bunga lagi... hehehe, aku tau kau kurang menyukai bunga tapi berhubung kau tidak mau bangun maka aku akan berbuat sesuka hatiku”. Mata alyssa mengabur karena airmata yang mengenang.

“kau tau sekarang aku yang harus bekerja, aku yang menafkahimu sekarang”. Alyssa menghela napas pelan.
“aku juga tau kau melarangku bekerja tapi karena kau tidak mendengarkanku, aku juga tidak akan mendengarkanmu”. Alyssa membelai lembut lengan rama.
“sampai kapan kau akan tidur seperti ini, kau tidak kasihan padaku? Aku sendirian di apartemen, aku belanja sendirian dan aku sendirian makan. Aku tidak menyukai itu rama, bisakah kau mendengarku?”. Airmata yang sekuat tenaga alyssa tahan mengalir pelan.
“sayang, aku mencintaimu, kalau kau terus-terusan seperti ini, mungkin aku akan berpindah hati” ujar alyssa pelan kemudian mengusap pipinya.
“makanya kau harus bangun, kau tidak ingin melihatku dengan orang lainkan?”. Alyysa meletakkan kepalanya di tempat tidur rama seraya tetap membelai lengan rama.

@@@

David duduk di kursi bar memesan minuman kepada bartender seraya melihat ke sekeliling bar, lantai dansa sesak dengan orang-orang yang menggerakkan tubuhnya, menari dengan gairah yang tinggi.
Seorang wanita melangkah dengan sempoyongan menuju kursi di dekat rama menggangkat tangan tinggi-tinggi untuk memesan minuman. David mengamati wanita itu. Penampilan wanita itu cukup menarik, wajah yang oriental dan memiliki rambut keriting, kulitnya putih tampak kontras dengan gaun merah tua yang sedang dipakainya. Sang bartender mengatakan bahwa wanita itu sudah mabuk, namun sang wanita tidak mengindahkan kata-kata bartender kekeuh meminta minumannya.
Pasrah. Sang bertender meracik minuman yang dipesan wanita itu dan meletakkannya di depan si wanita yang langsung diteguk pelan oleh wanita.
Seorang lelaki hidung belang mendekati wanita itu seraya merangkulnya dari samping, wanita itu memberontak tetapi karena si wanita sedang mabuk berat. Ia hanya memberontak lemah.
David segera menampih lengan lelaki hidung belang tersebut dan menghujaninya dengan tatapan tajam, sang lelaki hidung belang segera mundur dengan perlahan.
Wanita itu hanya mengibas-ngibas tangannya ke arah lelaki hidung belang itu dan kembali meminum minumannya. David merebut gelas wanita itu. Sang wanita menoleh ke arah david, memiringkan kepalanya seraya menunjuk david.
“siapa kau? Beraninya merebut minumanku. Kembalikan” ujar sang wanita sambil merebut minuman yang sedang david pegang, namun david lebih tangkas dari wanita itu.
“kau sudah mabuk, kau harus pulang. Aku akan memanggilkan taksi” ujar david sedikit berteriak untuk mengalahkan suara ricuh musik bar.
Sang wanita tertawa pelan.
“apa yang kau bicarakan? Aku belum mabuk, aku masih bisa berdiri. Kau lihat” ujar wanita itu sambil berdiri dari kursinya dan langsung terjatuh di lantai bar.
“ya ampun, siapa yang memindahkan lantai di sini?” tanya wanita itu sambil meraba-raba lantai bar.
David menggelengkan kepalanya kemudian ikut berjongkok.
“kau punya kartu pengenal atau kau punya tas?” tanya david
Wanita itu kembali tertawa dan menunjukkan ke sudut ruangan bar. David segera melangkah dan menemukan tas wanita itu lalu kembali ke tempat wanita itu berada sambil menenteng tas merah.
“yang ini?” tanya david
Wanita itu keburu pingsan di pelukan david sebelum sempat menjawab. David menghela napas dan mulai membuka tas, mengobrak-abrik isi tas mencari tanda pengenal sang wanita.
“anna anderson” guman david, meletakkan kembali tanda pengenal anna dalam tas kemudian membopong anna keluar bar.

@@@

Alyssa masuk ke ruangan rama tersenyum  kearah rama dan mulai mengganti bunga dengan bunga lainnya. Hari ini alyssa membeli bunga lili, bunga itu membuat alyssa langsung jatuh cinta. Warnanya putihnya yang bersih serta kelopak bunga yang mengembang secara sempurna membuat bunga lili itu tampak cantik.
“apa kabar sayang?” tanya alyssa walaupun tidak akan dijawab oleh rama.
Alyssa langsung duduk di kursi dengan rama membelai wajah rama dengan lembut.
“coba tebak aku beli apa tadi?” tanya alyssa, tetap tidak ada jawaban dari kekasihnya.
Alyssa mengeluarkan sebuah kotak kecil dalam tasnya, membuka kotak itu dan mengambil sebuah cincin emas yang polos.
“ini untukmu, kita belum sempat bertunangan bukan? Makanya aku membeli ini untukmu” ucap alyssa sambil memasang cincin tersebut ke jari manis rama dengan hati-hati.
“mulai hari ini dan detik ini juga aku menyatakan kita resmi bertunangan. Kau senang?” tanya alyssa sambil tersenyum. Rama tetap membisu.
Alyssa tersenyum miris, tangannya menggenggam lembut jemari rama seraya meletakkan kepalanya di tempat tidur.
Alyssa merasakan pergerakan lembut di dalam tangannya, dengan cepat menoleh ke arah rama yang sedang menggerakkan matanya dengan perlahan.
Alyssa melihat rama dengan mata berkaca-kaca, memandang tidak percaya namun teringat sesuatu dan menekan tombol disamping tempat tidur.
Seorang dokter masuk dengan tergesa kemudian langsung memeriksa keadaan rama, airmata alyssa mengalir ketika pandangan mereka bertemu.
Akhirnya rama bangun!
Tidak henti-hentinya alyssa mengucapkan syukur dalam hatinya, tersenyum ke arah rama. beberapa saat dokter membalikkan tubuhnya menghadap alyssa kemudian tersenyum.
“rama hirano, baik-baik saja. Selamat akhirnya penantian anda berakhir nona alyssa” sang dokter langsung keluar ruangan. Tinggal alyssa dan rama berdua.
Berlahan alyssa menghampiri rama sambil tersenyum, airmatanya tetap mengalir membentuk sungai kecil, menggenggam tangan rama dengan lembut.
“hai” ucap alyssa. kekagetan alyssa membuat pikirannya mendadak buntu.
Rama tersenyum lemah, menggangkat tangannya hendak menyentuk pipi alyssa. melihat itu alyssa segera mendekatkan wajahnya ke tangan rama, diusapnya pipi alyssa menggunakan ibu jari dan mengguman sesuatu dengan pelan.
Alyssa mengernyitkan dahinya kembali mendekatkan wajahnya ke arah bibir rama.
“walaupun aku tidak bisa menciummu tapi bisakah kau berhenti menangis?” bisik rama lemah.
Alyssa mengganggukkan kepala dengan cepat dan menghapus sekilas airmatanya kemudian tersenyum kepada rama.
“aku merindukanmu sayang” ujar alyssa
“aku juga” ucap rama sambil menggerakkan bibirnya dengan pelan.

@@@

Mendengar rama bangun dari tidurnya yang panjang membuat david bergegas menuju rumah sakit.
Sesampai di rumah sakit segera menyusuri lorong rumah sakit dengan langkah lebar, di bukanya pintu ruangan dengan tergesa dan menghela napas lega melihat rama duduk sambil merangkul alyssa dengan mesra.
“david” panggil rama
“bagaimana keadaanmu?” tanya david seraya menopang tubuhnya di dinding.
Rama menganggkat bahunya. “seperti yang kulihat, aku baik-baik saja” ujar rama.
David mengangguk lega, kemudian mencibir pelan ketika melihat rama bermesraan dengan alyssa, mereka melupakannya.
“aku masih disini” ujar david tenang.
Wajah alyssa merona dan mengiris kepada david sedangkan rama, ekspresi rama tenang, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
“baiklah, aku harus kembali ke kantor” ujar david melangkah keluar.
“dan...” david membalikkan tubuhnya.
“cepatlah sembuh, aku tidak mau menggantikanmu terus-terusan di rapat direksi karena kau tidak menggajiku setinggi itu” ujaran david membuat rama tertawa pelan seraya mengangkat jempol tangannya.

@@@

Setelah beberapa hari rama siuman, akhirnya ia diperbolehkan pulang. Dibukanya pintu apartemen dengan senyum yang mengembang. Ia merindukan apartemennya.
Alyysa hanya tersenyum kemudian meletakkan barang-barang rama ke dalam kamar, mengambil minuman dan menyodorkannya pada rama.
“aku seperti baru meninggalkannya kemarin, suasananya tetap sama”. Di tatapnya alyssa kemudian teringat sesuatu senyum rama langsung menghilang.
Rama menggenggam alyssa yang duduk di sampingnya, menatap dengan lembut.
“aku mengacaukan pernikahan kita, seharusnya kita menikah bulan lalu” . alyssa menggelengkan kepalanya.
“yang aku pikirkan hanya dirimu sayang. Pernikahan bisa dilaksanakan kapan saja” ujar alyssa sambil tersenyum.
Rama merenung sejenak kemudian tersenyum misterius.
“pernikahan memang bisa dilaksanakan kapan saja” ujar rama dengan pandangan penuh arti.

@@@

Bel apartemen berbunyi membuat alyssa menghentikan kegiatan yang sedang ia lakukan.
“hai  ann, ada perlu kau kesini?” tanya alyssa ketika melihat anna berdiri di depan apartemen rama.
Bukannya menjawab, anna malah menarik lengan alyssa keluar apartemen dengan langkah tergesa-gesa.
“tunggu dulu, kita mau kemana?” tanya alyssa bingung
“kita harus bergegas” hanya itu yang diucapkan anna, selebihnya sahabatnya itu hanya tersenyum misterius.
Ada apa dengan orang-orang hari ini? tanya alyssa dalam hati
Rama juga bertingkah sama, tersenyum misterius sambil memandang penuh arti pada alyssa, berkata hari ini akan menjadi hari terindah dalam hidup alyssa. kata-kata rama membuat alyssa bingung, ketika bertanya kenapa? Rama hanya tersenyum.
Mobil anna berhenti di sebuah salon di pusat perkotaan, menyuruh alyssa keluar dan berbicara sebentar ke pemilik salon yang kemudian ikut tersenyum ke arah alyssa.
Alyssa hanya menghela napas dan membiarkan dirinya di bawa oleh sang pemilik salon.

@@@

Rama melirik jamnya dengan tidak sabar, berkali-kali melihat ke arah pintu aula menanti alyssa. namun sang gadis tidak menampakkan tanda-tanda kemunculan.
Penampilan rama sungguh luar biasa, dibalut dengan kemeja putih dan tuxedo hitam serta bunga putih yang diselipkan di saku jas membuat rama benar-benar layak disebut pangeran.
David menepuk pelan bahu rama seraya tersenyum menggoda.
“dia pasti datang, kau tenang saja” ujar david terkekeh ketika mendapatkan deathglare dari rama.

@@@

Alyssa keluar dari ruang ganti dengan memakai gaun pengantin yang cantik, gaun berwarna putih yang menyentuh lantai dengan mute-mute perak di sepanjang bawahan gaun, rambut alyssa di gulung ke atas tengkuk yang dikaitkan dengan pita renda yang panjang membuat alyssa tampak anggun dan elegan.
Alyssa mengerti apa yang akan terjadi, rama kembali membuat kejutan untuknya.
Pernikahan mendadak?
“kau sangat cantik lyssa” komentar anna
Alyysa hanya tersenyum.
“siap berangkat?” tanya anna dengan semangat
Alyssa mengganggukkan kepala.
Dan acarapun dimulai, alyssa memasuki aula tempat pernikahannya berlangsung dengan gugup, dilihatnya orangtua alyssa yang tersenyum ke arahnya.
Papa mengamit lengan alyssa dengan lembut kemudian mulai berjalan di altar, di belakang terdapat dua gadis kecil sebagai pengiringnya membawakan buket berwarna putih, senada dengan gaun alyssa.
Rama menatap alyssa tanpa berkedip sedetikpun, gadisnya sangat cantik dan menawan. Sesampainya di dekat rama papa alyssa memindahkan lengan alyssa pada rama.
“jaga dia baik-baik” ujar papa alyssa pelan. Rama mengangguk.
Pernikahan pun terlaksanakan.

@@@

Alis david terangkat ketika menemukan anna, wanita yang ia temui di bar berada di pesta rama.
Anna sedang berbicara dengan alyssa sambil sesekali tertawa pelan. David hanya menatap anna dengan pandangan ingin tau. Anna mengalihkan pandangannya ketika merasa ada orang yang menatapnya dengan intens kemudian bertemu pandang dengan david, anna mengerutkan dahinya sejenak dan kemudian menatap ke arah lain.
Alyssa juga menatap david yang sedang memandang anna, memutuskan untuk memperkenalkan sahabatnya dengan david.
“dav, kenalkan ini temanku, anna anderson, anna ini teman rama, david williams” ujar alyssa
“senang berkenalan denganmu” ujar david dengan pandangan penuh arti
Anna hanya tersenyum.
“aku tinggal sebentar” ujar alyssa ketika melihat rama menatapnya.
Setelah alyssa berpamitan, baik anna maupun david hanya diam sambil sesekali menyesap wine mereka.
“ini pertemuan kita yang kedua”. David membuka pembicaraan
Anna hanya mengerutkan dahinya.
“kau tidak ingat? Aku yang mengantarmu pulang ketika kau mabuk” ujar david sambil mengedipkan matanya.
Mata anna melebar mendengar perkataan david.
David yang mengantarnya pulang? Berarti david juga yang melepaskan bajunya malam itu? Pikir anna terkenjut.
“aku tidak macam-macam malam itu, hanya mengantarmu pulang, mengganti bajumu karena terkena muntahan kemudian aku langsung pulang” jelas david ketika melihat perubahan pada wajah anna.
Wajah anna merona, ia benar-benar malu. David telah melihat tubuhnya. Semuanya. Anna tidak tau harus berkomentar seperti apa, kemudian memilih untuk beranjak dari tempatnya berdiri sambil mengibas-ngibaskan wajahnya dengan tangan. David tersenyum.
Alyssa menghampiri rama yang memandang penuh arti kepada dirinya kemudian tersenyum manis.
Tanpa kata rama langsung membopong alyssa dan melangkah keluar aula hotel untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya sebagai sepasang suami istri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar