Esseehhh,,, Last Chapter nih.. tinggal epilog saje,,, selamat membaca,, n jangan lupa kritik dan sarannya ya.. -,~
Semuanya
berantakan, pernikahan alyssa dibatalkan karena sang mempelai pria sedang koma
membuat alyssa hanya terdiam, matanya tidak bisa mengeluarkan airmata lagi,
entah sudah berapa banyak alyssa menangis ketika berkunjung ke rumah sakit,
melihat sang kekasih terbaring lemah tanpa tau kapan semua ini akan berakhir.
Alyssa
melangkah menyusuri lorong rumah sakit sambil membawa bunga untuk sang
kekasihnya, sudah tiga bulan rama koma dan selama itu pula alyssa hampir setiap
hari pula alyssa menemani rama.
Dibukanya
pintu ruangan tempat rama dirawat kemudian tersenyum dan menggantikan bunga
yang kemarin ia beli dengan bunga hari ini di dalam vas bunga.
“selamat
pagi sayang, aku membawakan bunga lagi... hehehe, aku tau kau kurang menyukai
bunga tapi berhubung kau tidak mau bangun maka aku akan berbuat sesuka hatiku”.
Mata alyssa mengabur karena airmata yang mengenang.
“kau
tau sekarang aku yang harus bekerja, aku yang menafkahimu sekarang”. Alyssa
menghela napas pelan.
“aku
juga tau kau melarangku bekerja tapi karena kau tidak mendengarkanku, aku juga
tidak akan mendengarkanmu”. Alyssa membelai lembut lengan rama.
“sampai
kapan kau akan tidur seperti ini, kau tidak kasihan padaku? Aku sendirian di
apartemen, aku belanja sendirian dan aku sendirian makan. Aku tidak menyukai
itu rama, bisakah kau mendengarku?”. Airmata yang sekuat tenaga alyssa tahan
mengalir pelan.
“sayang,
aku mencintaimu, kalau kau terus-terusan seperti ini, mungkin aku akan
berpindah hati” ujar alyssa pelan kemudian mengusap pipinya.
“makanya
kau harus bangun, kau tidak ingin melihatku dengan orang lainkan?”. Alyysa
meletakkan kepalanya di tempat tidur rama seraya tetap membelai lengan rama.
@@@
David
duduk di kursi bar memesan minuman kepada bartender seraya melihat ke
sekeliling bar, lantai dansa sesak dengan orang-orang yang menggerakkan
tubuhnya, menari dengan gairah yang tinggi.
Seorang
wanita melangkah dengan sempoyongan menuju kursi di dekat rama menggangkat
tangan tinggi-tinggi untuk memesan minuman. David mengamati wanita itu.
Penampilan wanita itu cukup menarik, wajah yang oriental dan memiliki rambut
keriting, kulitnya putih tampak kontras dengan gaun merah tua yang sedang
dipakainya. Sang bartender mengatakan bahwa wanita itu sudah mabuk, namun sang
wanita tidak mengindahkan kata-kata bartender kekeuh meminta minumannya.
Pasrah.
Sang bertender meracik minuman yang dipesan wanita itu dan meletakkannya di
depan si wanita yang langsung diteguk pelan oleh wanita.
Seorang
lelaki hidung belang mendekati wanita itu seraya merangkulnya dari samping,
wanita itu memberontak tetapi karena si wanita sedang mabuk berat. Ia hanya
memberontak lemah.
David
segera menampih lengan lelaki hidung belang tersebut dan menghujaninya dengan
tatapan tajam, sang lelaki hidung belang segera mundur dengan perlahan.
Wanita
itu hanya mengibas-ngibas tangannya ke arah lelaki hidung belang itu dan
kembali meminum minumannya. David merebut gelas wanita itu. Sang wanita menoleh
ke arah david, memiringkan kepalanya seraya menunjuk david.
“siapa
kau? Beraninya merebut minumanku. Kembalikan” ujar sang wanita sambil merebut
minuman yang sedang david pegang, namun david lebih tangkas dari wanita itu.
“kau
sudah mabuk, kau harus pulang. Aku akan memanggilkan taksi” ujar david sedikit
berteriak untuk mengalahkan suara ricuh musik bar.
Sang wanita tertawa
pelan.
“apa
yang kau bicarakan? Aku belum mabuk, aku masih bisa berdiri. Kau lihat” ujar
wanita itu sambil berdiri dari kursinya dan langsung terjatuh di lantai bar.
“ya
ampun, siapa yang memindahkan lantai di sini?” tanya wanita itu sambil
meraba-raba lantai bar.
David menggelengkan
kepalanya kemudian ikut berjongkok.
“kau punya kartu
pengenal atau kau punya tas?” tanya david
Wanita
itu kembali tertawa dan menunjukkan ke sudut ruangan bar. David segera
melangkah dan menemukan tas wanita itu lalu kembali ke tempat wanita itu berada
sambil menenteng tas merah.
“yang ini?” tanya
david
Wanita
itu keburu pingsan di pelukan david sebelum sempat menjawab. David menghela
napas dan mulai membuka tas, mengobrak-abrik isi tas mencari tanda pengenal
sang wanita.
“anna
anderson” guman david, meletakkan kembali tanda pengenal anna dalam tas
kemudian membopong anna keluar bar.
@@@
Alyssa
masuk ke ruangan rama tersenyum kearah
rama dan mulai mengganti bunga dengan bunga lainnya. Hari ini alyssa membeli
bunga lili, bunga itu membuat alyssa langsung jatuh cinta. Warnanya putihnya
yang bersih serta kelopak bunga yang mengembang secara sempurna membuat bunga
lili itu tampak cantik.
“apa
kabar sayang?” tanya alyssa walaupun tidak akan dijawab oleh rama.
Alyssa
langsung duduk di kursi dengan rama membelai wajah rama dengan lembut.
“coba
tebak aku beli apa tadi?” tanya alyssa, tetap tidak ada jawaban dari
kekasihnya.
Alyssa
mengeluarkan sebuah kotak kecil dalam tasnya, membuka kotak itu dan mengambil
sebuah cincin emas yang polos.
“ini
untukmu, kita belum sempat bertunangan bukan? Makanya aku membeli ini untukmu”
ucap alyssa sambil memasang cincin tersebut ke jari manis rama dengan
hati-hati.
“mulai
hari ini dan detik ini juga aku menyatakan kita resmi bertunangan. Kau senang?”
tanya alyssa sambil tersenyum. Rama tetap membisu.
Alyssa
tersenyum miris, tangannya menggenggam lembut jemari rama seraya meletakkan
kepalanya di tempat tidur.
Alyssa
merasakan pergerakan lembut di dalam tangannya, dengan cepat menoleh ke arah
rama yang sedang menggerakkan matanya dengan perlahan.
Alyssa
melihat rama dengan mata berkaca-kaca, memandang tidak percaya namun teringat
sesuatu dan menekan tombol disamping tempat tidur.
Seorang
dokter masuk dengan tergesa kemudian langsung memeriksa keadaan rama, airmata
alyssa mengalir ketika pandangan mereka bertemu.
Akhirnya
rama bangun!
Tidak
henti-hentinya alyssa mengucapkan syukur dalam hatinya, tersenyum ke arah rama.
beberapa saat dokter membalikkan tubuhnya menghadap alyssa kemudian tersenyum.
“rama
hirano, baik-baik saja. Selamat akhirnya penantian anda berakhir nona alyssa”
sang dokter langsung keluar ruangan. Tinggal alyssa dan rama berdua.
Berlahan
alyssa menghampiri rama sambil tersenyum, airmatanya tetap mengalir membentuk
sungai kecil, menggenggam tangan rama dengan lembut.
“hai”
ucap alyssa. kekagetan alyssa membuat pikirannya mendadak buntu.
Rama
tersenyum lemah, menggangkat tangannya hendak menyentuk pipi alyssa. melihat
itu alyssa segera mendekatkan wajahnya ke tangan rama, diusapnya pipi alyssa
menggunakan ibu jari dan mengguman sesuatu dengan pelan.
Alyssa
mengernyitkan dahinya kembali mendekatkan wajahnya ke arah bibir rama.
“walaupun
aku tidak bisa menciummu tapi bisakah kau berhenti menangis?” bisik rama lemah.
Alyssa
mengganggukkan kepala dengan cepat dan menghapus sekilas airmatanya kemudian
tersenyum kepada rama.
“aku merindukanmu
sayang” ujar alyssa
“aku
juga” ucap rama sambil menggerakkan bibirnya dengan pelan.
@@@
Mendengar
rama bangun dari tidurnya yang panjang membuat david bergegas menuju rumah
sakit.
Sesampai
di rumah sakit segera menyusuri lorong rumah sakit dengan langkah lebar, di
bukanya pintu ruangan dengan tergesa dan menghela napas lega melihat rama duduk
sambil merangkul alyssa dengan mesra.
“david” panggil rama
“bagaimana
keadaanmu?” tanya david seraya menopang tubuhnya di dinding.
Rama
menganggkat bahunya. “seperti yang kulihat, aku baik-baik saja” ujar rama.
David
mengangguk lega, kemudian mencibir pelan ketika melihat rama bermesraan dengan
alyssa, mereka melupakannya.
“aku masih disini”
ujar david tenang.
Wajah
alyssa merona dan mengiris kepada david sedangkan rama, ekspresi rama tenang,
seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
“baiklah,
aku harus kembali ke kantor” ujar david melangkah keluar.
“dan...” david
membalikkan tubuhnya.
“cepatlah
sembuh, aku tidak mau menggantikanmu terus-terusan di rapat direksi karena kau
tidak menggajiku setinggi itu” ujaran david membuat rama tertawa pelan seraya
mengangkat jempol tangannya.
@@@
Setelah
beberapa hari rama siuman, akhirnya ia diperbolehkan pulang. Dibukanya pintu
apartemen dengan senyum yang mengembang. Ia merindukan apartemennya.
Alyysa hanya tersenyum
kemudian meletakkan barang-barang rama ke dalam kamar, mengambil minuman dan
menyodorkannya pada rama.
“aku
seperti baru meninggalkannya kemarin, suasananya tetap sama”. Di tatapnya
alyssa kemudian teringat sesuatu senyum rama langsung menghilang.
Rama
menggenggam alyssa yang duduk di sampingnya, menatap dengan lembut.
“aku
mengacaukan pernikahan kita, seharusnya kita menikah bulan lalu” . alyssa
menggelengkan kepalanya.
“yang
aku pikirkan hanya dirimu sayang. Pernikahan bisa dilaksanakan kapan saja” ujar
alyssa sambil tersenyum.
Rama merenung sejenak
kemudian tersenyum misterius.
“pernikahan
memang bisa dilaksanakan kapan saja” ujar rama dengan pandangan penuh arti.
@@@
Bel
apartemen berbunyi membuat alyssa menghentikan kegiatan yang sedang ia lakukan.
“hai ann, ada perlu kau kesini?” tanya alyssa
ketika melihat anna berdiri di depan apartemen rama.
Bukannya
menjawab, anna malah menarik lengan alyssa keluar apartemen dengan langkah
tergesa-gesa.
“tunggu dulu, kita mau
kemana?” tanya alyssa bingung
“kita
harus bergegas” hanya itu yang diucapkan anna, selebihnya sahabatnya itu hanya
tersenyum misterius.
Ada
apa dengan orang-orang hari ini? tanya alyssa dalam
hati
Rama
juga bertingkah sama, tersenyum misterius sambil memandang penuh arti pada
alyssa, berkata hari ini akan menjadi hari terindah dalam hidup alyssa.
kata-kata rama membuat alyssa bingung, ketika bertanya kenapa? Rama hanya
tersenyum.
Mobil
anna berhenti di sebuah salon di pusat perkotaan, menyuruh alyssa keluar dan
berbicara sebentar ke pemilik salon yang kemudian ikut tersenyum ke arah
alyssa.
Alyssa
hanya menghela napas dan membiarkan dirinya di bawa oleh sang pemilik salon.
@@@
Rama
melirik jamnya dengan tidak sabar, berkali-kali melihat ke arah pintu aula
menanti alyssa. namun sang gadis tidak menampakkan tanda-tanda kemunculan.
Penampilan
rama sungguh luar biasa, dibalut dengan kemeja putih dan tuxedo hitam serta
bunga putih yang diselipkan di saku jas membuat rama benar-benar layak disebut
pangeran.
David menepuk pelan
bahu rama seraya tersenyum menggoda.
“dia
pasti datang, kau tenang saja” ujar david terkekeh ketika mendapatkan deathglare
dari rama.
@@@
Alyssa
keluar dari ruang ganti dengan memakai gaun pengantin yang cantik, gaun
berwarna putih yang menyentuh lantai dengan mute-mute perak di sepanjang
bawahan gaun, rambut alyssa di gulung ke atas tengkuk yang dikaitkan dengan pita
renda yang panjang membuat alyssa tampak anggun dan elegan.
Alyssa
mengerti apa yang akan terjadi, rama kembali membuat kejutan untuknya.
Pernikahan
mendadak?
“kau sangat cantik
lyssa” komentar anna
Alyysa hanya
tersenyum.
“siap berangkat?”
tanya anna dengan semangat
Alyssa mengganggukkan
kepala.
Dan
acarapun dimulai, alyssa memasuki aula tempat pernikahannya berlangsung dengan
gugup, dilihatnya orangtua alyssa yang tersenyum ke arahnya.
Papa
mengamit lengan alyssa dengan lembut kemudian mulai berjalan di altar, di
belakang terdapat dua gadis kecil sebagai pengiringnya membawakan buket
berwarna putih, senada dengan gaun alyssa.
Rama
menatap alyssa tanpa berkedip sedetikpun, gadisnya sangat cantik dan menawan.
Sesampainya di dekat rama papa alyssa memindahkan lengan alyssa pada rama.
“jaga dia baik-baik”
ujar papa alyssa pelan. Rama mengangguk.
Pernikahan pun
terlaksanakan.
@@@
Alis
david terangkat ketika menemukan anna, wanita yang ia temui di bar berada di
pesta rama.
Anna
sedang berbicara dengan alyssa sambil sesekali tertawa pelan. David hanya
menatap anna dengan pandangan ingin tau. Anna mengalihkan pandangannya ketika
merasa ada orang yang menatapnya dengan intens kemudian bertemu pandang dengan
david, anna mengerutkan dahinya sejenak dan kemudian menatap ke arah lain.
Alyssa
juga menatap david yang sedang memandang anna, memutuskan untuk memperkenalkan
sahabatnya dengan david.
“dav,
kenalkan ini temanku, anna anderson, anna ini teman rama, david williams” ujar
alyssa
“senang
berkenalan denganmu” ujar david dengan pandangan penuh arti
Anna hanya tersenyum.
“aku
tinggal sebentar” ujar alyssa ketika melihat rama menatapnya.
Setelah
alyssa berpamitan, baik anna maupun david hanya diam sambil sesekali menyesap
wine mereka.
“ini pertemuan kita
yang kedua”. David membuka pembicaraan
Anna hanya mengerutkan
dahinya.
“kau
tidak ingat? Aku yang mengantarmu pulang ketika kau mabuk” ujar david sambil
mengedipkan matanya.
Mata anna melebar
mendengar perkataan david.
David
yang mengantarnya pulang? Berarti david juga yang melepaskan bajunya malam itu?
Pikir anna terkenjut.
“aku
tidak macam-macam malam itu, hanya mengantarmu pulang, mengganti bajumu karena
terkena muntahan kemudian aku langsung pulang” jelas david ketika melihat
perubahan pada wajah anna.
Wajah
anna merona, ia benar-benar malu. David telah melihat tubuhnya. Semuanya. Anna
tidak tau harus berkomentar seperti apa, kemudian memilih untuk beranjak dari
tempatnya berdiri sambil mengibas-ngibaskan wajahnya dengan tangan. David
tersenyum.
Alyssa
menghampiri rama yang memandang penuh arti kepada dirinya kemudian tersenyum
manis.
Tanpa
kata rama langsung membopong alyssa dan melangkah keluar aula hotel untuk
melanjutkan ke tahap selanjutnya sebagai sepasang suami istri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar