/** Kotak Iklan **/ .kotak_iklan {text-align: center;} .kotak_iklan img {margin: 0px 5px 5px 0px;padding: 5px;text-align: center;border: 1px solid #ddd;} .kotak_iklan img:hover {border: 1px solid #333}

Kamis, 05 September 2013

Name In My Heart Part 10

Rama terus mondar mandir di depan david dengan cemas, tidak ada informasi apapun tentang alyssa membuat rama bertambah sesak semalaman rama tidak tidur dan mencoba mencari informasi sekecil apapun yang berhubungan dengan alyssa.
sekecil apapun!
“kau tidak mendapatkan apapun?” tanya rama cemas, entah sudah berapa kali ia menanyakan hal yang sama.
David menggelengkan kepala.
“mereka begitu cerdik, tidak ada pergerakan apapun yang mencurigakan” ujar david
David seorang yang jenius, selain kepiawaiannya dalam menggoda wanita. David seorang informan yang handal, mempunyai perusahaan yang bergerak dibidang telekomunikasi namun lebih memilih menjadi manajer di perusahaan rama dan hanya mengontrol perusahaannya dari belakang layar.

Itu alasan rama meminta david mencarikan informasi apapun mengenai alyssa. ia yakin david dapat berpikir jernih dan bisa menemukan keberadaan alyssa. rama hanya membutuhkan waktu.
Rama menghela napasnya, memang tidak ada apapun yang mencurigakan bahkan cctv mati waktu kejadian berlangsung, mereka mempersiapkannya dengan sangat matang.
David menatap rama dengan pandangan iba. Ia belum pernah melihat rama sekacau ini. alyssa benar-benar menjadi hal utama dalam hidup rama.
David sudah mengerahkan anak buahnya ke penjuru negeri, mengawasi cabang-cabang organisasi mafia itu, namun tidak ada apapun yang dapat dijadikan analisa. Semua tampak begitu tenang.
David mendekat ke arah rama, menepuk bahu rama menenangkan.
“alyssa pasti baik-baik saja, kau tau kan mereka orang yang penuh dengan rencana, jadi tidak akan melakukannya dengan gegabah. Yang perlu kau lakukan sekarang hanya jernihkan pikiranmu” ujar david
David menghubungi anak buahnya, menanyakan perkembangan, berbicara sebentar kemudian menutup telepon dan menghela napas.

@@@

Alyssa menangis dalam diam, ia begitu ketakutan. Malam menjelang membuat ruangan tempat alyssa disekap menjadi gelap, dan itu membuat tubuh alyssa kembali bergetar.
Alyssa sudah mengingat penculikan terhadap dirinya. Kepalanya terasa mau pecah ketika mencoba dengan keras mengingat semuanya. Dan akhirnya alyssa mengingat semuanya. Namun alyssa tetap tidak mengingat rama ada dalam penculikan tersebut.
Pak tua itu telah membohonginya.
Seorang penjaga masuk membawa nampan berisi makanan untuk alyssa. tangan alyssa terkepal kuat menahan rasa takut ketika penjaga tersebut melangkah mendekatinya.
Sang penjaga tidak berbuat apa-apa, hanya melepaskan ikatan tangan dan kaki alyssa, menyuruh alyssa makan. Alyssa hanya terdiam.
Melihat tidak ada reaksi apapun dari alyssa, penjaga tersebut melangkah keluar kamar. Ketika pintu tertutup, alyssa langsung menghampiri jendela dan memandang ke jalan setapak. Gelap. Tidak ada petunjuk apapun tentang keberadaannya.
Alyysa terduduk lemas, menekuk lututnya dan memeluk dirinya sendiri. Menangis dalam kegelapan malam.

@@@

Satu hari berlalu, namun rama belum bisa menemukan keberadaan alyssa. rama berjanji akan membuat siapapun yang terlibat di dalamnya akan menyesali perbuatan mereka.
Telepon berdering dan rama langsung mengangkatnya.
“halo”
“ethan,... rekanku, apa kabar? Semenjak kau pensiun aku merasa kehilangan” ujar robert di seberang telepon
Tangan rama terkepal kuat, matanya menatap david yang langsung terbangun dari senderan sofa. David mengerti. Ia harus menyadap telepon itu.
“alyysa dimana?” suara rama mendesis kuat, bibirnya hampir tidak bergerak.
“calm down, ethan. Gadismu baik-baik saja dan hei kau menyadap teleponnya” ujar robert sambil tertawa pelan
“aku akan memberitahukan keberadaan gadismu tapi sebelumnya kau harus menyuruh anak buahmu berhenti menyadap teleponku” ujar robert tidak senang.
Rama mengisyaratkan david untuk berhenti menyadap. David mengikutinya.
“alyssa baik disini, kau tenang saja. Kau harus pergi ke tempat yang kusebutkan, tapi hanya sendiri, hanya sendirian. Kau mengerti?” ujar robert tenang
“kemana aku harus pergi?” tanya rama penuh tekanan
Robert menyebutkan alamatnya. Rama menutup telepon dan langsung menyambar kunci mobil. David menahan lengan rama seraya menatap rama tajam.
“kau tetap akan pergi? Kau tau kan apa yang mereka inginkan?” tanya david serius
“aku tidak peduli” ujar rama mulai melangkah namun kembali ditahan oleh david.
“mereka akan membunuh rama. pikiran dengan baik” ujar david sambil mencengkeram kuat lengan rama.
“aku bilang aku tidak peduli” ucap rama dengan nada penuh penekanan.
Pasrah. David melepaskan lengan, rama melangkah keluar apartemen dengan langkah lebar.

@@@

“hai cantik”. Ryan bersandar di pintu ruangan alyssa disekap.
“kau...” napas alyssa tercekat.
“ini aku, kau terkejut?” tanya ryan dengan nada mengejek
Alyysa menatap penuh kebencian kepada ryan yang disambut ryan dengan tersenyum geli.
“aku dengar ethan akan kesini, menjemputmu”. Alyssa tersentak mendengar hal itu.
Rama akan kesini?
“kisah kalian begitu dramatis, membuatku jijik” ujar ryan sambil tersenyum manis, berbanding terbalik dengan perkataannya.
Ryan berbalik meninggalkan ruangan tersebut, dengan cepat alyssa mengejar ryan. Tapi pintu sudah tertutup rapat. Alyssa mengedor pintu dengan kuat seraya berteriak memanggil-manggil nama ryan. namun tidak ada tanda-tanda akan dibukakannya pintu ruangan itu.
Alyysa terduduk di balik pintu sambil tetap mengedor pintu dengan tenaganya yang mulai melemah sambil menangis sesegukan.

@@@

Alyssa di bawa paksa oleh anak buah robert menuju ke ruangan luas, disana ia sudah di tunggu robert yang mengisyaratkan pada penjaganya untuk melepaskan alyssa.
“kau baik-baik saja?” tanya robert sambil tersenyum
“lepaskan aku” teriak alyssa
Robert hanya memandangi alyssa dengan senyum menyeringai. Sebentar lagi semuanya akan berakhir. Sebenarnya robert sedikit menyukai alyssa, pembawaan alyssa sama dengan almarhum istrinya. Senyum alyssa, caranya menatap dan caranya berbicara persis seperti istinya, membuat robert sedikit tersentuh. Namun alyssa melihat semua tindak kriminal yang ia lakukan. Gadis itu melihatnya membunuh keluarga smith dan mendengarkan semua pembicaraannya dengan keluarga. Alyssa menjadi kunci kehancurannya.
Telepon robert berdering, robert mengangkatnya. Matanya masih menatap alyssa.
“suruh dia masuk” kata robert
Beberapa menit kemudian rama masuk yang dijaga ketat oleh anak buah robert, rama menatap alyssa sejenak kemudian memandangi robert dengan mata penuh dengan kilatan amarah. Namun pembawaan rama tetap tenang.
Alyssa terkejut melihat rama ada di depannya. Menggeleng kepala ketika rama menatapnya sekilas. Tubuhnya bergetar. Berbagai kemungkinan buruk mulai memenuhi pikiran alyssa.
“kau datang” ujar robert tersenyum menyeringai.
“kau hanya mengincarku robert, lepaskan alyssa” ujar rama tenang.
Robert tertawa pelan. “tidak semudah itu” kata robert sembari berdiri dan mulai melangkah ke arah alyssa. rama menahan kuat amarahnya. Ia harus tetap tenang.
“aku ingin kau melihat gadismu untuk terakhir kalinya” ujar robert sambil mengeluarkan pistol dari saku jasnya, mengarah ke kepala alyssa.
“jangan pernah menyentuh milikku” rama mendesis tajam.
Robert tertawa terbahak-bahak kemudian menarik pistolnya kembali namun kali ini mengarah ke arah rama, dengan isyarat mata robert menyuruh anak buahnya menghabisi rama.
Mereka-para anak buah robert- mulai memukul rama dengan pukulan bertubi-tubi. Namun rama tetap diam, matanya tetap memandang robert penuh amarah. Darah mulai mengalir dari tubuh rama.
Robert kembali mengisyaratkan anak buahnya untuk kembali memukul rama. pukulan demi pukulan diterima rama dengan diam, berlahan rama terjatuh berlutut. Pukulan itu membuat rama mulai kehilangan kekuatannya.
Robert menghela napas melihat rama tidak bergeming dan masih menatap penuh kilatan kebencian ke arahnya namun tetap tersenyum
“mungkin sebaliknya, gadismu yang melihatmu mati”
Suara tembakan terdengar nyaring di ruangan luas yang sunyi. Rama terjatuh ke lantai. Alyssa berteriak keras seraya berlari ke arah rama, dipeluknya tubuh rama yang bersimbah darah.
Rama tersenyum lembut kepada alyssa dan berlahan-lahan kesadarannya menghilang.
“jangan, aku mohon tetap terjaga, jangan penjamkan matamu rama, aku mohon”. Alyssa menangis sejadi-jadinya.
“sekarang giliranmu” ucap robert menatap sedih ke arah alyssa.
                Alyssa menatap penuh kebencian kepada robert, ketakutannya menguap begitu saja. Alyssa terus menatap robert dengan mata yang dipicingkan dengan tajam.
Robert sedikit heran melihat perubahan wajah alyssa, berusaha mengenyahkan perasaannya dan mulai mengarahkan pistol ke arah alyssa.
Ketika hendak menekan pelatuk pistol, suara tembakan beruntun memenuhi ruangan itu dengan cepat dan beberapa peluru mengenai robert.
Alyssa berteriak seraya mengguncang tubuh rama dengan kuat, berusaha agar rama kembali membuka matanya. Namun pandangannya mulai mengabur dan berlahan menggelap.
David segera memeriksa keadaan rama, denyut nadi rama masih terasa walaupun lemah, dengan cepat membawa rama ke mobil menuju rumah sakit.
@@@

Alyssa siuman dan langsung mengernyit ketika mencium aroma rumah sakit yang menyengat. Mata alyssa melebar ketika mengingat kejadian yang ia alami.
Rama!
Alyssa segera bangkit dari tempat tidur dan melangkah keluar ruangan. Kepala alyssa berdenyut membuat tubuh alyssa sempat sempoyongan.
Mama alyssa langsung menghampiri alyssa dan membantu alyssa untuk duduk kembali.
“kau harus istirahat, tubuhnya sangat lemah nak” mama alyssa membaringkan tubuh alyssa dengan sedikit paksaan melihat alyssa tetap kekeuh ingin melangkah keluar kamar.
“rama” ucap alyssa lirih
“dia baik-baik saja” ucap mama alyssa seraya menyelimutkan alyssa.
Walaupun mata alyssa terpejam namun airmatanya keluar mengalir dari sudut matanya. Alyssa meringis mengingat kejadian itu. Ia bahkan tidak terluka sedikitpun.
Rama. Berbagai perasaan berkecamuk dalam benak alyssa. alyssa meletakkan lengannya di kening seraya menahan sakit di kepalanya, anemianya kembali kambuh membuat kepalanya kesakitan. Lelah dengan hati dan pikirannya, alyssa memilih untuk menembus alam mimpi.

@@@

David duduk dikursi lorong rumah sakit, menunggu sahabatnya yang sedang menjalani operasi. David sudah menganggap rama sebagai saudaranya, lelaki itu membuat david bangkit dari keterpurukannya, masa lalu yang dialami david begitu kelam dan menyedihkan.
Sudah beberapa jam berlalu, namun tidak ada satu pun yang keluar dari ruang operasi. David melirik ke ruang tempat alyssa di rawat, gadis itu, walaupun badannya tidak terluka tapi tidak dengan hatinya. David merasakan trauma yang mendalam pada gadis itu. Melihat alyssa tetap menguncang tubuh rama walaupun tubuhnya sendiri gemetar hebat membuat rama sempat mematung. Ia tidak menyangka alyssa ternyata gadis yang kuat.
Dokter keluar dari ruang operasi dan melepaskan maskernya. David langsung menghampiri sang dokter.
“bagaimana keadaannya dok?” tanya david cepat.
Sang dokter hanya menggelengkan kepalanya dan menghela napas.
“denyut nadinya begitu lemah” ujar dokter pelan
“apa maksudmu?” tanya david ketika menangkap hal yang tidak beres.
“rama hirano mengalami koma, kami tidak bisa memastikan sampai kapan ia dapat bertahan”
Kata-kata sang dokter membuat cengkeraman david di lengan dokter terlepas. David memandang dengan tidak percaya ke arah rama yang sedang di dorong keluar ruang operasi oleh beberapa suster.

@@@

Malamnya alyssa terjaga dan langsung melangkah keluar dengan jalan yang tertatih-tatih akibat sakit kepala yang menderanya.
Bertanya dimana ruangan rama kepada dokter yang kebetulan melewatinya dan mencoba menyeret kakinya berjalan ke arah ruangan rama dirawat. Begitu berbelok koridor matanya langsung menatap david yang tertunduk, menghampiri david dengan langkah tertatih.
David merasakan kedatangan alyssa, mendongakkan kepalanya, menatap alyssa dan tersenyum.
“bagaimana kabarmu?” tanya david berusaha terdengar tenang
“apa yang terjadi?” alyssa berbalik tanya.
David terdiam sejenak, menghirup napas dalam dan membuangnya berlahan.
“rama koma, denyut nadinya begitu lemah dan dokter belum bisa memastikan sampai kapan dia dapat bertahan” penjelasan david membuat tubuh alyssa kaku, dialihkan pandangannya ke ruang ICU.
Tanpa kata alyssa mulai melangkah masuk, ia melihat rama terbaring dengan tubuhnya yang dipenuhi oleh beberapa alat medis untuk membuatnya tetap bertahan hidup.
Miris, mereka bertukar posisi. Jika dulu rama yang melihatnya seperti itu sekarang ia yang melihat sang kekasih terbaring dengan lemah.
Alyssa menarik napas dengan tersendat-sendat.
Rama-pemuda yang sangat ia cintai-kini terbaring tak berdaya. Alyssa menghampiri rama dengan pandangan yang mengabur akibat airmatanya yang mengenang di kelopak mata.
“bodoh, kenapa kau selalu seenaknya saja” ujar alyssa mulai terisak.
“aku membencimu, kau pemuda dingin yang suka memerintahku, kau pemuda bodoh” airmata alyssa mengalir membentuk arus sungai kecil.
“kenapa kau tidak bangun dan kembali memerintahku, ayo bangun” alyssa menguncang pelan lengan rama. isakannya semakin menjadi.
“aku membecimu rama, hiks... aku membecimu karena terlalu mencintaimu rama”
Alyssa terdiam berusaha menekan isakannya.
“ayo sayang, bangunlah. Aku berjanji akan melakukan apapun yang kau perintahkan, tidak akan merengek lagi dan tidak akan mengeluh jika kau kejutkan, yang penting kau bangun, buka matamu sayang”
Tidak kuat menahan tangisannya yang semakin menjadi, alyssa memilih keluar ruang ICU dan jatuh terduduk di lantai rumah sakit yang dingin dan menangis sesegukan sambil meremaskan dadanya.
David yang melihatnya segera membantu alyssa berdiri, namun alyssa hanya menggelengkan kepalanya.
“semua salahku dav, semua salahku, rama begini karena aku” isakan alyssa berubah menjadi tangisan yang menyayat hati.
“jangan salahkan dirimu, rama tidak akan senang mendengarnya” ujar david sambil menggenggam jemari alyssa.
Alyssa kembali menggelengkan kepalanya.
“memang semua gara-gara aku”
David memutuskan untuk memeluk alyssa. batin alyssa sangat terguncang.


 Bersambung ke Part 11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar