Rama
terus mondar mandir di depan david dengan cemas, tidak ada informasi apapun
tentang alyssa membuat rama bertambah sesak semalaman rama tidak tidur dan
mencoba mencari informasi sekecil apapun yang berhubungan dengan alyssa.
sekecil
apapun!
“kau
tidak mendapatkan apapun?” tanya rama cemas, entah sudah berapa kali ia
menanyakan hal yang sama.
David menggelengkan
kepala.
“mereka
begitu cerdik, tidak ada pergerakan apapun yang mencurigakan” ujar david
David
seorang yang jenius, selain kepiawaiannya dalam menggoda wanita. David seorang
informan yang handal, mempunyai perusahaan yang bergerak dibidang
telekomunikasi namun lebih memilih menjadi manajer di perusahaan rama dan hanya
mengontrol perusahaannya dari belakang layar.
Itu
alasan rama meminta david mencarikan informasi apapun mengenai alyssa. ia yakin
david dapat berpikir jernih dan bisa menemukan keberadaan alyssa. rama hanya
membutuhkan waktu.
Rama
menghela napasnya, memang tidak ada apapun yang mencurigakan bahkan cctv mati
waktu kejadian berlangsung, mereka mempersiapkannya dengan sangat matang.
David
menatap rama dengan pandangan iba. Ia belum pernah melihat rama sekacau ini.
alyssa benar-benar menjadi hal utama dalam hidup rama.
David
sudah mengerahkan anak buahnya ke penjuru negeri, mengawasi cabang-cabang
organisasi mafia itu, namun tidak ada apapun yang dapat dijadikan analisa.
Semua tampak begitu tenang.
David mendekat ke arah
rama, menepuk bahu rama menenangkan.
“alyssa
pasti baik-baik saja, kau tau kan mereka orang yang penuh dengan rencana, jadi
tidak akan melakukannya dengan gegabah. Yang perlu kau lakukan sekarang hanya
jernihkan pikiranmu” ujar david
David
menghubungi anak buahnya, menanyakan perkembangan, berbicara sebentar kemudian
menutup telepon dan menghela napas.
@@@
Alyssa
menangis dalam diam, ia begitu ketakutan. Malam menjelang membuat ruangan
tempat alyssa disekap menjadi gelap, dan itu membuat tubuh alyssa kembali
bergetar.
Alyssa
sudah mengingat penculikan terhadap dirinya. Kepalanya terasa mau pecah ketika
mencoba dengan keras mengingat semuanya. Dan akhirnya alyssa mengingat
semuanya. Namun alyssa tetap tidak mengingat rama ada dalam penculikan
tersebut.
Pak tua itu telah
membohonginya.
Seorang
penjaga masuk membawa nampan berisi makanan untuk alyssa. tangan alyssa
terkepal kuat menahan rasa takut ketika penjaga tersebut melangkah
mendekatinya.
Sang
penjaga tidak berbuat apa-apa, hanya melepaskan ikatan tangan dan kaki alyssa,
menyuruh alyssa makan. Alyssa hanya terdiam.
Melihat
tidak ada reaksi apapun dari alyssa, penjaga tersebut melangkah keluar kamar.
Ketika pintu tertutup, alyssa langsung menghampiri jendela dan memandang ke
jalan setapak. Gelap. Tidak ada petunjuk apapun tentang keberadaannya.
Alyysa
terduduk lemas, menekuk lututnya dan memeluk dirinya sendiri. Menangis dalam
kegelapan malam.
@@@
Satu
hari berlalu, namun rama belum bisa menemukan keberadaan alyssa. rama berjanji
akan membuat siapapun yang terlibat di dalamnya akan menyesali perbuatan
mereka.
Telepon berdering dan
rama langsung mengangkatnya.
“halo”
“ethan,...
rekanku, apa kabar? Semenjak kau pensiun aku merasa kehilangan” ujar robert di
seberang telepon
Tangan
rama terkepal kuat, matanya menatap david yang langsung terbangun dari senderan
sofa. David mengerti. Ia harus menyadap telepon itu.
“alyysa
dimana?” suara rama mendesis kuat, bibirnya hampir tidak bergerak.
“calm
down, ethan. Gadismu baik-baik saja dan hei kau menyadap teleponnya” ujar
robert sambil tertawa pelan
“aku
akan memberitahukan keberadaan gadismu tapi sebelumnya kau harus menyuruh anak
buahmu berhenti menyadap teleponku” ujar robert tidak senang.
Rama
mengisyaratkan david untuk berhenti menyadap. David mengikutinya.
“alyssa
baik disini, kau tenang saja. Kau harus pergi ke tempat yang kusebutkan, tapi
hanya sendiri, hanya sendirian. Kau mengerti?” ujar robert tenang
“kemana aku harus
pergi?” tanya rama penuh tekanan
Robert
menyebutkan alamatnya. Rama menutup telepon dan langsung menyambar kunci mobil.
David menahan lengan rama seraya menatap rama tajam.
“kau
tetap akan pergi? Kau tau kan apa yang mereka inginkan?” tanya david serius
“aku
tidak peduli” ujar rama mulai melangkah namun kembali ditahan oleh david.
“mereka
akan membunuh rama. pikiran dengan baik” ujar david sambil mencengkeram kuat
lengan rama.
“aku
bilang aku tidak peduli” ucap rama dengan nada penuh penekanan.
Pasrah. David
melepaskan lengan, rama melangkah keluar apartemen dengan langkah lebar.
@@@
“hai cantik”. Ryan
bersandar di pintu ruangan alyssa disekap.
“kau...” napas alyssa
tercekat.
“ini aku, kau
terkejut?” tanya ryan dengan nada mengejek
Alyysa
menatap penuh kebencian kepada ryan yang disambut ryan dengan tersenyum geli.
“aku dengar ethan akan
kesini, menjemputmu”. Alyssa tersentak mendengar hal itu.
Rama
akan kesini?
“kisah
kalian begitu dramatis, membuatku jijik” ujar ryan sambil tersenyum manis,
berbanding terbalik dengan perkataannya.
Ryan
berbalik meninggalkan ruangan tersebut, dengan cepat alyssa mengejar ryan. Tapi
pintu sudah tertutup rapat. Alyssa mengedor pintu dengan kuat seraya berteriak
memanggil-manggil nama ryan. namun tidak ada tanda-tanda akan dibukakannya
pintu ruangan itu.
Alyysa
terduduk di balik pintu sambil tetap mengedor pintu dengan tenaganya yang mulai
melemah sambil menangis sesegukan.
@@@
Alyssa
di bawa paksa oleh anak buah robert menuju ke ruangan luas, disana ia sudah di
tunggu robert yang mengisyaratkan pada penjaganya untuk melepaskan alyssa.
“kau baik-baik saja?”
tanya robert sambil tersenyum
“lepaskan aku” teriak
alyssa
Robert hanya
memandangi alyssa dengan senyum menyeringai. Sebentar lagi semuanya akan
berakhir. Sebenarnya robert sedikit menyukai alyssa, pembawaan alyssa sama dengan
almarhum istrinya. Senyum alyssa, caranya menatap dan caranya berbicara persis
seperti istinya, membuat robert sedikit tersentuh. Namun alyssa melihat semua
tindak kriminal yang ia lakukan. Gadis itu melihatnya membunuh keluarga smith
dan mendengarkan semua pembicaraannya dengan keluarga. Alyssa menjadi kunci
kehancurannya.
Telepon robert
berdering, robert mengangkatnya. Matanya masih menatap alyssa.
“suruh dia masuk” kata
robert
Beberapa
menit kemudian rama masuk yang dijaga ketat oleh anak buah robert, rama menatap
alyssa sejenak kemudian memandangi robert dengan mata penuh dengan kilatan
amarah. Namun pembawaan rama tetap tenang.
Alyssa
terkejut melihat rama ada di depannya. Menggeleng kepala ketika rama menatapnya
sekilas. Tubuhnya bergetar. Berbagai kemungkinan buruk mulai memenuhi pikiran
alyssa.
“kau datang” ujar
robert tersenyum menyeringai.
“kau
hanya mengincarku robert, lepaskan alyssa” ujar rama tenang.
Robert
tertawa pelan. “tidak semudah itu” kata robert sembari berdiri dan mulai
melangkah ke arah alyssa. rama menahan kuat amarahnya. Ia harus tetap tenang.
“aku
ingin kau melihat gadismu untuk terakhir kalinya” ujar robert sambil
mengeluarkan pistol dari saku jasnya, mengarah ke kepala alyssa.
“jangan pernah menyentuh
milikku” rama mendesis tajam.
Robert
tertawa terbahak-bahak kemudian menarik pistolnya kembali namun kali ini
mengarah ke arah rama, dengan isyarat mata robert menyuruh anak buahnya
menghabisi rama.
Mereka-para
anak buah robert- mulai memukul rama dengan pukulan bertubi-tubi. Namun rama
tetap diam, matanya tetap memandang robert penuh amarah. Darah mulai mengalir
dari tubuh rama.
Robert
kembali mengisyaratkan anak buahnya untuk kembali memukul rama. pukulan demi
pukulan diterima rama dengan diam, berlahan rama terjatuh berlutut. Pukulan itu
membuat rama mulai kehilangan kekuatannya.
Robert
menghela napas melihat rama tidak bergeming dan masih menatap penuh kilatan
kebencian ke arahnya namun tetap tersenyum
“mungkin sebaliknya,
gadismu yang melihatmu mati”
Suara
tembakan terdengar nyaring di ruangan luas yang sunyi. Rama terjatuh ke lantai.
Alyssa berteriak keras seraya berlari ke arah rama, dipeluknya tubuh rama yang
bersimbah darah.
Rama
tersenyum lembut kepada alyssa dan berlahan-lahan kesadarannya menghilang.
“jangan,
aku mohon tetap terjaga, jangan penjamkan matamu rama, aku mohon”. Alyssa
menangis sejadi-jadinya.
“sekarang giliranmu”
ucap robert menatap sedih ke arah alyssa.
Alyssa menatap penuh kebencian
kepada robert, ketakutannya menguap begitu saja. Alyssa terus menatap robert
dengan mata yang dipicingkan dengan tajam.
Robert
sedikit heran melihat perubahan wajah alyssa, berusaha mengenyahkan perasaannya
dan mulai mengarahkan pistol ke arah alyssa.
Ketika
hendak menekan pelatuk pistol, suara tembakan beruntun memenuhi ruangan itu
dengan cepat dan beberapa peluru mengenai robert.
Alyssa
berteriak seraya mengguncang tubuh rama dengan kuat, berusaha agar rama kembali
membuka matanya. Namun pandangannya mulai mengabur dan berlahan menggelap.
David
segera memeriksa keadaan rama, denyut nadi rama masih terasa walaupun lemah,
dengan cepat membawa rama ke mobil menuju rumah sakit.
@@@
Alyssa
siuman dan langsung mengernyit ketika mencium aroma rumah sakit yang menyengat.
Mata alyssa melebar ketika mengingat kejadian yang ia alami.
Rama!
Alyssa
segera bangkit dari tempat tidur dan melangkah keluar ruangan. Kepala alyssa
berdenyut membuat tubuh alyssa sempat sempoyongan.
Mama
alyssa langsung menghampiri alyssa dan membantu alyssa untuk duduk kembali.
“kau
harus istirahat, tubuhnya sangat lemah nak” mama alyssa membaringkan tubuh
alyssa dengan sedikit paksaan melihat alyssa tetap kekeuh ingin melangkah
keluar kamar.
“rama” ucap alyssa
lirih
“dia
baik-baik saja” ucap mama alyssa seraya menyelimutkan alyssa.
Walaupun
mata alyssa terpejam namun airmatanya keluar mengalir dari sudut matanya.
Alyssa meringis mengingat kejadian itu. Ia bahkan tidak terluka sedikitpun.
Rama.
Berbagai perasaan berkecamuk dalam benak alyssa. alyssa meletakkan lengannya di
kening seraya menahan sakit di kepalanya, anemianya kembali kambuh membuat
kepalanya kesakitan. Lelah dengan hati dan pikirannya, alyssa memilih untuk
menembus alam mimpi.
@@@
David
duduk dikursi lorong rumah sakit, menunggu sahabatnya yang sedang menjalani operasi.
David sudah menganggap rama sebagai saudaranya, lelaki itu membuat david
bangkit dari keterpurukannya, masa lalu yang dialami david begitu kelam dan
menyedihkan.
Sudah
beberapa jam berlalu, namun tidak ada satu pun yang keluar dari ruang operasi.
David melirik ke ruang tempat alyssa di rawat, gadis itu, walaupun badannya
tidak terluka tapi tidak dengan hatinya. David merasakan trauma yang mendalam
pada gadis itu. Melihat alyssa tetap menguncang tubuh rama walaupun tubuhnya
sendiri gemetar hebat membuat rama sempat mematung. Ia tidak menyangka alyssa
ternyata gadis yang kuat.
Dokter
keluar dari ruang operasi dan melepaskan maskernya. David langsung menghampiri
sang dokter.
“bagaimana keadaannya
dok?” tanya david cepat.
Sang dokter hanya
menggelengkan kepalanya dan menghela napas.
“denyut nadinya begitu
lemah” ujar dokter pelan
“apa
maksudmu?” tanya david ketika menangkap hal yang tidak beres.
“rama
hirano mengalami koma, kami tidak bisa memastikan sampai kapan ia dapat
bertahan”
Kata-kata
sang dokter membuat cengkeraman david di lengan dokter terlepas. David
memandang dengan tidak percaya ke arah rama yang sedang di dorong keluar ruang
operasi oleh beberapa suster.
@@@
Malamnya
alyssa terjaga dan langsung melangkah keluar dengan jalan yang tertatih-tatih
akibat sakit kepala yang menderanya.
Bertanya
dimana ruangan rama kepada dokter yang kebetulan melewatinya dan mencoba
menyeret kakinya berjalan ke arah ruangan rama dirawat. Begitu berbelok koridor
matanya langsung menatap david yang tertunduk, menghampiri david dengan langkah
tertatih.
David
merasakan kedatangan alyssa, mendongakkan kepalanya, menatap alyssa dan
tersenyum.
“bagaimana kabarmu?”
tanya david berusaha terdengar tenang
“apa yang terjadi?”
alyssa berbalik tanya.
David
terdiam sejenak, menghirup napas dalam dan membuangnya berlahan.
“rama
koma, denyut nadinya begitu lemah dan dokter belum bisa memastikan sampai kapan
dia dapat bertahan” penjelasan david membuat tubuh alyssa kaku, dialihkan
pandangannya ke ruang ICU.
Tanpa
kata alyssa mulai melangkah masuk, ia melihat rama terbaring dengan tubuhnya
yang dipenuhi oleh beberapa alat medis untuk membuatnya tetap bertahan hidup.
Miris,
mereka bertukar posisi. Jika dulu rama yang melihatnya seperti itu sekarang ia
yang melihat sang kekasih terbaring dengan lemah.
Alyssa menarik napas
dengan tersendat-sendat.
Rama-pemuda
yang sangat ia cintai-kini terbaring tak berdaya. Alyssa menghampiri rama
dengan pandangan yang mengabur akibat airmatanya yang mengenang di kelopak
mata.
“bodoh, kenapa kau
selalu seenaknya saja” ujar alyssa mulai terisak.
“aku
membencimu, kau pemuda dingin yang suka memerintahku, kau pemuda bodoh” airmata
alyssa mengalir membentuk arus sungai kecil.
“kenapa
kau tidak bangun dan kembali memerintahku, ayo bangun” alyssa menguncang pelan
lengan rama. isakannya semakin menjadi.
“aku
membecimu rama, hiks... aku membecimu karena terlalu mencintaimu rama”
Alyssa terdiam
berusaha menekan isakannya.
“ayo
sayang, bangunlah. Aku berjanji akan melakukan apapun yang kau perintahkan,
tidak akan merengek lagi dan tidak akan mengeluh jika kau kejutkan, yang
penting kau bangun, buka matamu sayang”
Tidak
kuat menahan tangisannya yang semakin menjadi, alyssa memilih keluar ruang ICU
dan jatuh terduduk di lantai rumah sakit yang dingin dan menangis sesegukan
sambil meremaskan dadanya.
David
yang melihatnya segera membantu alyssa berdiri, namun alyssa hanya
menggelengkan kepalanya.
“semua
salahku dav, semua salahku, rama begini karena aku” isakan alyssa berubah
menjadi tangisan yang menyayat hati.
“jangan
salahkan dirimu, rama tidak akan senang mendengarnya” ujar david sambil
menggenggam jemari alyssa.
Alyssa kembali
menggelengkan kepalanya.
“memang semua
gara-gara aku”
David
memutuskan untuk memeluk alyssa. batin alyssa sangat terguncang.
Bersambung ke Part 11
Tidak ada komentar:
Posting Komentar