P.S: Maaf ya.. aku telat banget posting.. karena ada beberapa hal.. maafkan ya.. love u all. ^,~
Mati
lampu...!
Tubuh
alyssa bergetar hebat. Gelas yang sedang digenggamnya jatuh dan pecah ketika
mengenai lantai. Pupil alyssa membesar berharap dapat menemukan cahaya walaupun
redup. Namun nihil. Keringat dingin mulai membanjiri tubuh alyssa. matanya
bergerak-gerak gelisah. Ia tidak tahu mengapa tubuhnya merespon sampai sejauh
ini.
Suara
alyssa tercekat, tidak kuat menopang tubuhnya. Alyssa terduduk diantara pecahan
kaca yang melukai kaki dan tangannya. Ia mendengar beberapa orang berteriak dan
tertawa, tidak bisa memastikan apakah itu mimpi atau nyata? Namun sebelum
pandangannya menggelap alyssa mendengar rama memanggil-manggil namanya.
@@@
Rama
duduk disamping tempat tidur alyssa, menunggu dokter memeriksa keadaan alyssa
dan membersihkan pecahan kaca gelas di tangan dan kaki alyssa.
“ia
tidak apa-apa, tubuh hanya tergores, walaupun sedikit dalam. Selebih itu tidak
apa-apa. Ia mengalami shok yang parah, lebih kepada trauma, apakah anda tau
penyebabnya?” tanya dokter sambil memasukkan kembali peralatan medis kedalam
tas jinjing.
Rama menggelengkan
kepalanya.
“sebaiknya
ia istirahat dengan cukup, dan jika anda tau penyebab ia trauma, anda harus
menjauhinya dengan keadaan tersebut, karena itu dapat mempengaruhi spikisnya”
setelah menjelaskan beberapa keadaan dan memberi resep obat untuk ditebus di
apotik. Dokter berpamitan.
Rama
menggenggam tangan alyssa dengan lembut. Menatap alyssa dengan pandangan nanar.
Mengernyitkan kening. Mengapa alyssa tiba-tiba seperti ini? apakah karena
kejadian itu membuatnya trauma?
Rama terus menggenggam
tangan sepanjang malam.
@@@
Alyssa
membuka matanya dan mengernyit ketika mencoba menyesuaikan kornea matanya
dengan cahaya matahari yang menembus jendela kamar. Ketika hendak bangun
tangannya tertahan oleh tangan rama yang sedang tertidur dengan kepala di
tempat tidur. Rama menunggu dirinya semalaman?
Alyssa
mengingat kejadian semalam. Apartemen tiba-tiba mati lampu, karena gelap tubuhnya
menegangkan kaku kemudian terjatuh dilantai. Mengapa tubuhnya bereaksi seperti
itu?, lama berpikir keras, alyssa tetap tidak menemukan jawaban atas
pertanyaannya.
Alyssa
melepaskan genggaman rama perlahan kemudian beringsut dari tempat tidur, tetapi
tertahan oleh rasa sakit yang menyengat kakinya. Tanpa sadar alyssa menggenggam
tangan rama kembali membuat rama yang sedang tertidur pulas terbangun. Dan
langsung duduk tegak.
“kau baik-baik saja?”
tanya rama cemas.
Alyssa
menggangguk sambil mengernyit menahan sakit di kakinya. Mengapa kakinya
terluka?
“kau
terkena pecahan gelas di dapur ketika pingsan. Kata dokter akan sembuh setelah
beberapa hari. Kau baik-baik saja kan?”. Kekhawatiran rama nampak jelas dari
tatapannya.
Alyssa
mencoba tersenyum kemudian mengganggukkan kepalanya. Rama masih menunggu
kata-kata alyssa.
“aku
baik-baik saja, kau tidak usah cemas rama” kata alyssa berusaha meyakinkan rama
bahwa ia memang baik-baik saja.
Alyssa
kembali menggerakkan kakinya untuk berdiri namun rasa sakit itu tidak bisa
ditahannya lama-lama.
“kau
mau ke kamar mandi?” tanya rama. Alyssa mendongak dan menggangguk.
Tanpa
kata rama langsung membopong alyssa ala bridal style membuat alyssa memekik
pelan dan merona. Ia bahkan tidak menyiapkan jantungnya terlebih dahulu. Al
hasil jantung berdetak tidak karuan.
Rama
mendorong pintu kamar mandi dengan kakinya dan mendudukkan alyssa di bath up.
Kemudian menunggu sambil menatap alyssa. rona diwajah alyssa semakin memerah
ketika melihat rama tidak segera keluar dari kamar mandi. Bagaimana ia akan
mandi jika rama masih disini?. Suasana menghening tiba-tiba. Rama tetap tidak
bergeming. Akhirnya dengan keberanian yang ada alyssa menatap rama dengan wajah
yang merona hebat.
“rama..
aku.. aku mau mandi” ujar alyssa pelan namun masih terdengar oleh telinga rama.
Rama
baru menyadari hal tersebut, dan wajahnya merona. Mengutuk cara kerja otaknya
yang entah mengapa menjadi lambat.
“ah..
ia”. Rama langsung keluar kamar mandi membuat alyssa mendesah lega.
@@@
Mereka
sedang menikmati makan malam, rama menatap alyssa yang sedang menguyah pelan.
Menunggu alyssa selesai makan. Alyssa juga merasakan tatapan rama. Ia berusaha
untuk mengabaikan tatapan tersebut. Setelah beberapa saat. Alyssa meletakkan
sendok dan garpunya di piring dan mengusap mulutnya dengan serbet yang sudah
disediakan oleh rama.
Rama tetap memandang
alyssa. masih menunggu.
“aku
tidak mengapa...” alyssa mulai menjelaskan kejadian kemarin malam.
“ketika
aku ingin minum, lampu apartemen tiba-tiba mati, dan itu membuat tubuhku
menegang, pikiranku kacau dan kemudian terduduk di lantai. Aku mendengar
beberapa teriakan dan tertawa dalam waktu bersamaan, aku tidak tahu itu nyata
atau hanya mimpiku saja, namun sebelum aku pingsan, aku mendengarmu meneriakkan
namaku” alyssa menjelaskan semua yang dirasakannya. Tidak ada satupun yang
ditutupi alyssa.
Mendengar
penjelasan alyssa, tanpa sadar rama mengepalkan tangannya. Dorongan untuk
menyakiti dirinya sendiri begitu kuat, namun tetap menahannya dan berekspresi
datar.
“tapi
aku tidak apa-apa” cepat-cepat alyssa tersenyum ke arah rama.
“mungkin
itu hanya mimpi burukku” ujar alyssa pelan. Kemudian terdiam.
@@@
Rama
termenung dikamarnya seraya memandang ke arah taman disamping apartemen, ia
duduk di balkon kamarnya. Tatapannya menerawang jauh. Kemudian mengambil
handphone di saku celananya. Memencet nomor namun diurungkan. Dan memilih untuk
kembali tenggelam dengan pikirannya. Entah apa yang dipikirkannya.
@@@
Telepon alyssa
berdering, anna menelponnya.
“apa kabar ann?” tanya
alyssa sambil tersenyum
“kau
ada waktu, aku ingin bicara sesuatu terhadapmu” ujar anna di telepon
“tentu, kita ketemu di
cafe dekat apartemenku saja ya”
Alyssa
menutup pembicaraan dan kembali memencet nomor.
“halo”
“halo
rama, aku pergi sebentar ya, ingin bertemu anna... tidak, tidak jauh dari
apartemen, baiklah”
Alyssa
menutup telepon dan bergegas menuju ke cafe dekat apartemennya.
@@@
Anna
mengangkat tangannya ke arah alyssa. alyssa tersenyum dan menghampiri meja anna
kemudian duduk dikursi depan anna.
“kau terlihat kurus
ann?” tanya alyssa cemas
“aku
tidak apa-apa, dan... kau terlihat lebih cantik dari terakhir kita bertemu”.
Alyssa
hanya menanggapi candaan anna dengan tersenyum. Kemudian teringat sesuatu
“apa yang kau
bicarakan?” tanya alyssa mulai serius
“hm.. ini.. bagaimana
mengatakannya ya?” guman anna pelan.
“ini tentang pacarmu”
ujar anna.
“rama?
Dia bukan pacarku” bantah alyssa walaupun wajahnya merona.
“tapi
aku melihat sebaliknya” ucap anna sambil mengerling mata kearah alyssa.
“baiklah-baiklah.
Terserah kau saja. Lanjutkan”. Alyssa lebih memilih mengalah. Ia tidak mau
berdebat dengan anna. Sepertinya susah untuk menang, pikir alyssa.
Tatapan anna kembali
serius.
“apa kau yakin namanya
rama hirano?” tanya anna memastikan.
“tentu saja” jawab alyssa
Mengapa anna mempertanyakan nama
rama?benak alyssa dalam hati
“tapi
yang ku tahu namanya bukan rama hirano, tetapi ethan hirano”. Jawaban anna
membuat kening alyssa berkerut.
“apa maksudmu?” tanya
alyssa dengan tatapan bingung.
“aku
semula juga tidak yakin dengan penglihatanku, tetapi foto rama hirano yang kau
tunjukkan beberapa waktu yang lalu adalah ethan hirano. direktur di perusahaan
Ethan Corporation. Kau sudah berkunjung ke tempat kerja rama?” tanya anna.
“kau becanda bukan?”
tanya alyssa memastikan.
Anna
hanya menggelengkan kepalanya dengan wajah yang serius. Kemudian menyerahkan
kartu nama. Ethan Hirano pemilik perusahaan tekstil Ethan Corporation. Benak
alyssa berkecamuk. Nama rama hirano sebenarnya adalah ethan hirano, kenyataan
tersebut membuat alyssa mengernyitkan keningnya. Kemudian menghela napas.
“mungkin
aku akan memastikan perkataanmu, dan menunjukkan bahwa kau mungkin salah orang”
ujar alyssa tenang sambil memasukkan kartu nama tersebut ke dalam tasnya.
Berbanding terbalik dengan hatinya.
Anna hanya mengangguk.
“kau
mau pesan? Hari ini aku yang traktir”. Anna mengalihkan pembicaraan. Alyssa
tersenyum walaupun benaknya masih dipenuhi oleh beberapa kemungkinan.
Setelah
berbincang-bincang ringan dengan anna. Alyssa pulang dengan membawa pertanyaan
yang membuatnya susah bernapas. Ethan hirano.. nama itu terdengar asing di
telinga alyssa. perlahan alyssa menghela napas. Kemudian masuk ke apartemen dan
mendapati rama duduk di sofa menatap lembut ke arahnya.
Tiba-tiba semuanya
terasa berbeda.
Alyssa
membalas senyuman rama kemudian melangkah pelan masuk ke kamar tanpa sepatah
katapun. Hal itu membuat rama mengerutkan keningnya. Kemudian menghela napas
dan mengangkat bahunya pelan.
Alyssa
memandang langit-langit kamarnya dengan perasaan bingung. Rama hirano, ethan
hirano, dua nama tersebut memenuhi benaknya. Kemudian berusaha menghilangkan
perasaan anehnya dan mencoba memejamkan matanya. Namun setelah beberapa saat
matanya tetap tidak mau terpejam. Alyssa kembali menatap langit-langit kamarnya
dengan perasaan yang bercampur aduk.
@@@
Rama
melihat alyssa sedang menyiapkan kopi dan sarapan untuk mereka. Tersenyum
bahagia. Perlahan tapi pasti rama mulai terbiasa dengan kehadiran alyssa.
perasaan yang telah lama ia kubur.
“sedang
apa?” pertanyaan rama membuat alyssa terkejut, hanya beberapa saat dan kembali
memasang wajah biasa.
“memasak,
kau lapar?” tanya alyssa tanpa memandang rama.
Rama
menaikkan alisnya, pagi ini alyssa nampak berbeda, tidak seperti biasanya.
Rama
duduk di kursi makan memilih diam dan menunggu alyssa berbicara. Setelah semua
sudah tersaji di meja makan. Alyssa mengambil sendok dan menyuapkan sarapannya
ke mulut, mengunyah pelan, dan menelan makanan, kemudian kembali menyuapkan
sarapan ke mulutnya dan begitu selanjutnya. Tidak ada sepatah kata pun yang
keluar dari mulut alyssa.
“kau kenapa?”. Tanya
rama dengan tatapan menyelidik.
Alyssa menggelengkan
kepalanya seraya tersenyum.
“tidak apa-apa”
ujarnya pelan.
“apa kau sakit?” tanya
rama kembali
Mau
tidak mau alyssa mencoba tersenyum ramah dan menggelengkan kepalanya.
@@@
Rama
menerawang jauh. Menatap pemandangan dari lantai 7 kantornya. Ia tidak sedang
melihat pemandangan. Pikirannya berkecamuk membayangkan kembali kegiatan
sarapan yang ia lakukan bersama alyssa. jelas ada apa-apa. Namun ia tidak bisa
menebak tatapan alyssa. Pintu ruangan terbuka. David langsung duduk di sofa
yang berada di tengah-tengah ruangan. Rama menghela napas.
“ada
apa denganmu teman?” tanya david sedikit bingung dengan ekspresi rama.
Rama
memilih diam, kemudian beranjak keluar ruangan. “sebentar lagi kita ada rapat
direksi” ucap rama sebelum meninggalkan ruangannya.
Alyssa
menatap teleponnya dan kartu nama yang berada ditangannya. Ragu dengan
keputusan yang sudah dibuatnya tadi pagi. Namun ia butuh kejelasan. Akankah ia
menghubungi rama, dan mengatakan ia akan berkunjung ke kantor Ethan hirano.
Namun logikanya mengatakan bahwa ia tidak perlu mengatakannya pada rama. Hanya
pergi ke perusahaan tersebut dan memastikan kata-kata anna salah. Kemudian
kembali pulang. Masalah selesai.
Ah,, ya! Hanya itu
yang harus ia lakukan.
Alyssa
keluar apartemen dan menyetop taksi, kemudian menyebutkan alamat kantor. Selama
di perjalanan, alyssa berusaha meyakinkan hatinya bahwa ia melakukan ini supaya
tidak ada perasaan ragu lagi di dalam benaknya. Dan ketika sedang asik melamun,
sang supir membuyarkan lamunannya.
“sudah
sampai nyonya” ujar sang sopir sambil tersenyum. Setelah membayar argo taksi.
Alyssa melangkah keluar taksi dan memandangi gedung yang menjulang tinggi
dihadapannya. Ethan Corporation.
Kemudian
menghampiri meja resepsionis mengatakan bahwa ia sudah punya janji dengan
direktur mereka. Ethan hirano. Seorang karyawan menuntunnya ke lantai tujuh dan
menunjuk ke ruangan yang berada didepannya. Melihat ada yang datang, sang
sekretaris langsung menanyakan keperluan alyssa.
“maaf,
apakah anda sudah punya janji dengan Mr. Hirano?” tanya sang sekretaris. Alyssa
hanya menggangguk kepala seraya tersenyum lembut.
Sang
sekretaris memencet nomor dan tampak berbicara kepada atasannya. Beberapa saat
ia bangkit dari kursi membuka ruangan, mempersilahkan alyssa masuk. Setelah
mengucapkan terima kasih, Alyssa masuk ke ruangan tersebut. Mata berjelajah ke
sekeliling ruangan. Ruangan yang besar.
Pintu
ruangan terbuka membuat alyssa menoleh ke belakang dan terkejut dengan
pemandangan yang ada di depannya. Rama hirano tepat berdiri di depannya.
Napas
rama tercekat ketika melihat alyssa ada dalam ruangannya. Menyesali kecerobohan
yang telah ia lakukan. Menatap alyssa dengan pandangan gelisah. Alyssa
memandangnya dengan perasaan datar.
“bagaimana kau... “
“siapa
kau sebenarnya? Rama hirano atau ethan hirano?” dengan cepat alyssa memotong
kata-kata rama.
Rama
mematung di depan pintu. Ia tidak menyangka alyssa bakal berkunjung ke sini.
Dari mana alyssa tau kantornya? Setahu rama ia tidak pernah mengungkit apapun
tentang kantornya.
“aku
rama hirano”. merasa tidak ada pilihan lain, rama memilih untuk berterus terang
kepada alyssa.
Tatapan alyssa masih
sama. Datar.
“oh
ya? Terus kenapa dimejamu tertulis dengan nama ethan hirano, sang direktur
Ethan corporation?” kata-kata alyssa penuh tekanan sambil menoleh ke arah
tulisan yang ada di atas meja ruangan tersebut.
Rama
menghampiri alyssa seraya berkata. “aku bisa menjelaskan semuanya” ujar rama
pelan dan menggenggam tangan alyssa.
Alyssa
menepisnya dengan kasar, “tidak perlu, aku sudah melihat semuanya. Permisi”
setelah berkata demikian. Alyssa langsung melangkah keluar kantor. Sedikit
berlari menuju lift. Rama langsung berlari menyusul alyssa. tapi terlambat.
Lift yang berada alyssa di dalamnya sudah tertutup. Dan turun menuju lantai
dasar.
@@@
Rama
langsung menuju apartemennya dan mendapati apartemen dalam keadaan kosong.
Kemana alyssa? rama mulai tidak bisa berpikir jernih. Ia sangat takut dengan
kenyataan bahwa alyssa akan meninggalkan dirinya. Kembali meninggalkan dirinya.
Dengan
pandangan kosong rama tertuduk di lantai apartemen. Memegang jantungnya yang
berdetak keras. Ia benar-benar tidak bisa berpikir jernih. Setelah beberapa
saat ia perpikir. tetap tidak bisa menemukan keberadaan alyssa. kemudian berjalan
menuju kamarnya dan menatap dirinya di cermin. Tampak merenung, tangannya
terkepal kuat dan dengan satu pukulan. Cermin di depannya pecah, dan beberapa
pecahan kaca menancap di tangan rama. Mengeluarkan darah merah perlahan.
Rama
tersentak, orangtua alyssa. mengapa
ia melupakan hal yang satu itu?, tanpa menghiraukan darah yang mengalir di kepalan tangannya. Rama segera menuju
kediaman orangtua alyssa.
Tujuannya
hanya satu, menjelaskan semuanya, rama tidak peduli apakah alyssa akan
mempercayai atau tidak, yang terpikir olehnya hanya satu. Alyssa tetap berada
di sisinya.
@@@
Semenjak
pulang dari kantor rama, alyssa langsung menuju ke rumah orangtuanya, rama
telah berbohong kepadanya, mengapa? Berbagai pertanyaan berkecamuk dalam hati
alyssa.
Begitu
membuka pintu rumah, mama alyssa langsung menoleh ke arah alyssa dan terkejut,
anaknya pulang ke rumah dalam keadaan kacau. mama alyssa langsung menghampiri
alyssa.
“ya
tuhan, ada apa alyssa? apa yang terjadi?” tanya mama alyssa cemas.
Alyssa
hanya menggelengkan kepala, kemudian masuk ke dalam kamarnya, menutup pintu dan
kemudian terduduk lemas dibalik pintu. Bahunya terguncang keras, alyssa terisak
dalam, tangan kirinya mengatup mulutnya agar suara tangisannya tidak sampai
terdengar keluar.
Bersambung ke Part 6
Tidak ada komentar:
Posting Komentar